Mahasiswa KKN Unri Latih Warga Pelalawan Produksi Sabun Cuci Piring, Berpeluang Jadi Usaha Rumahan
Mahasiswa KKN Universitas Riau menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Lalang Kabung, Kabupaten Pelalawan. Selain untuk menghemat pengeluaran rumah tangga, keterampilan ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha yang menambah pendapatan keluarga.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa KKN Unri melatih warga Desa Lalang Kabung membuat sabun cuci piring sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi.
- Sabun hasil pelatihan berpotensi menjadi produk usaha rumahan karena biaya produksi relatif sederhana.
- Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan dan membawa pulang hasil produksi sebagai contoh.
RIAUCERDAS.COM, PELALAWAN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (Unri) membekali masyarakat Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, dengan keterampilan membuat sabun cuci piring yang berpotensi menjadi usaha rumahan.
Pelatihan tersebut ditujukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Lalang Kabung pada Sabtu (18/7/2026) dan diikuti sekitar 18 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK serta masyarakat setempat.
Pelatihan merupakan salah satu dari sepuluh program kerja kelompok KKN Unri Desa Lalang Kabung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Muhammad Imam Rahmatullah, S.Pd., M.Pd., dengan Timbul Pasca Situmorang sebagai ketua kelompok.
Ketua PKK Desa Lalang Kabung, Mai, turut hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Mahasiswa KKN menjelaskan, pelatihan digelar sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai cara memproduksi sabun cuci piring dengan bahan yang mudah diperoleh sehingga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Selain itu, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha skala rumahan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Bunga Mutiara M.G. yang menjelaskan manfaat sabun cuci piring serta tahapan pembuatannya menggunakan 500 gram biang sabun, lima liter air, lima sendok makan garam halus, wadah, dan spatula.
Dalam praktiknya, peserta diajarkan melarutkan biang sabun dengan air secara bertahap, kemudian menambahkan garam halus untuk membantu proses pengentalan.
Larutan selanjutnya didiamkan semalaman hingga busa menghilang sehingga menghasilkan sabun yang lebih jernih dan siap digunakan.
Tidak hanya menyaksikan demonstrasi, peserta juga mempraktikkan langsung seluruh tahapan pembuatan sabun.
Produk yang dihasilkan kemudian dibagikan kepada seluruh peserta sebagai contoh agar dapat dipraktikkan kembali secara mandiri di rumah.
Selama pelatihan, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai takaran bahan, teknik pengadukan yang benar, hingga cara penyimpanan sabun agar kualitasnya tetap terjaga.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait komposisi bahan, hasil produksi, hingga peluang pemasaran produk.
"Hasil jadinya banyak ya, sampai lima liter. Ini bisa juga untuk dijual, satu botol bisa lima ribuan," ujar salah seorang peserta.
Sementara itu, pemateri Bunga Mutiara M.G. berharap keterampilan yang diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat.
"Kami berharap ibu-ibu dapat mempraktikkan kembali cara pembuatan sabun cuci piring di rumah. Selain menghemat pengeluaran, keterampilan ini juga dapat menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomis," kata dia.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unri berharap masyarakat Desa Lalang Kabung semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk menambah pendapatan keluarga melalui usaha rumahan.
Kelompok KKN Unri Desa Lalang Kabung diketuai Timbul Pasca Situmorang dengan anggota Anisa Julianti, Atikah Nur Zahra, Azzahwa Alyani Putri, Bunga Mutiara M.G., Dhama Iga Carissa, Handika Marta, Imelia Syafitri, Naswa Ananda, dan Ratna Lumbini Putri. (rls)