Kasus HIV di Riau Tembus 11.336, Pekanbaru Dominasi Lebih dari 58 Persen

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.336 kasus HIV sejak 1997 hingga 2025, dengan Kota Pekanbaru menyumbang lebih dari separuh total kasus.

Kasus HIV di Riau Tembus 11.336, Pekanbaru Dominasi Lebih dari 58 Persen
Ilustrasi. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • Total kasus HIV di Riau mencapai 11.336 sejak 1997 hingga 2025.
  • Pekanbaru menyumbang 58,20 persen atau 6.598 kasus.
  • Kasus terus meningkat, dengan lebih dari 1.000 kasus per tahun sejak 2023.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Dominasi kasus HIV di Kota Pekanbaru menjadi perhatian serius dalam laporan terbaru Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Dari total 11.336 kasus yang tercatat sejak 1997 hingga 2025, lebih dari 58 persen berasal dari ibu kota provinsi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 6.990 orang masih hidup dengan HIV, sementara 4.480 kasus telah memasuki stadium AIDS.

"Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Dengan data kasus memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang," ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa jumlah kasus terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada periode awal 1997–2005 tercatat 85 kasus, kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai lebih dari 1.000 kasus per tahun dalam beberapa tahun terakhir.

Data menunjukkan lonjakan signifikan terjadi sejak 2022 dengan 835 kasus, meningkat menjadi 1.001 kasus pada 2023, 1.006 kasus pada 2024, dan 1.051 kasus pada 2025.

Kasus HIV ini ditemukan di seluruh kabupaten dan kota di Riau, dengan Pekanbaru menjadi wilayah dengan kontribusi tertinggi, yakni 6.598 kasus atau 58,20 persen dari total keseluruhan.

Selain Pekanbaru, daerah lain dengan angka kasus tinggi antara lain Kabupaten Bengkalis (951 kasus), Kota Dumai (855 kasus), Kabupaten Pelalawan (596 kasus), Rokan Hilir (556 kasus), dan Indragiri Hilir (477 kasus).

Sementara itu, kasus juga tercatat di Kabupaten Siak (327 kasus), Rokan Hulu (265 kasus), Kepulauan Meranti (223 kasus), Indragiri Hulu (213 kasus), Kampar (170 kasus), dan Kuantan Singingi (105 kasus).

Dinas Kesehatan Riau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran HIV/AIDS melalui edukasi dan perubahan perilaku.

"Kami juga menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang penyakit menular ini. Serta hindari perilaku seksual berisiko," katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau melakukan skrining rutin, terutama bagi kelompok rentan, menggunakan alat pelindung seperti kondom, serta menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Bagi yang telah terinfeksi, terapi antiretroviral (ARV) juga dianjurkan untuk menjaga kualitas hidup. (*)