Milad Aisyiyah ke-109 di Kampar Tegaskan Peran Perempuan dalam Dakwah Kemanusiaan dan Perdamaian
Milad Aisyiyah ke-109 tingkat Kabupaten Kampar menjadi momentum memperkuat dakwah kemanusiaan dan peran perempuan dalam mewujudkan perdamaian. Kegiatan diisi seminar perlindungan perempuan dan anak serta tabligh akbar yang menyoroti pentingnya gerakan kemanusiaan di tengah tantangan zaman.
RINGKASAN BERITA:
- Milad Aisyiyah ke-109 di Kampar menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun perdamaian dan keadilan sosial.
- Rangkaian kegiatan mencakup seminar perlindungan perempuan dan anak serta pemanfaatan limbah daur ulang.
- Muhammadiyah dan Aisyiyah didorong terus menjadi pelopor gerakan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Peran perempuan dalam membangun perdamaian dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan menjadi sorotan dalam peringatan Milad Aisyiyah ke-109 tingkat Kabupaten Kampar yang digelar di Aula Pondok Pesantren Mualimin, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut mengusung semangat memperkokoh dakwah kemanusiaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang damai dan berkeadilan di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini.
Milad Aisyiyah dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Riau Dr. Hj. Hikmani, M.Pd, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kampar Dr. Adynata, Ketua PD Aisyiyah Kampar Hj. Nur Asma, BA, Sekretaris PD Muhammadiyah Kampar H. Mardailis Dahlan, ST, MM, Ketua GOW Kampar Erni Haerani, S.Pd, MM, perwakilan Badan Kontak Majelis Taklim Hj. Debbie Ricardo, SE, serta pengurus Aisyiyah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar.
Ketua PD Aisyiyah Kampar, Nur Asma menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader Aisyiyah yang selama ini terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia perempuan, khususnya di Kabupaten Kampar.
Ia menjelaskan rangkaian Milad ke-109 Aisyiyah tidak hanya berupa kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai program edukatif yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pada hari Kamis (4/6/2026) panitia peringatan Milad Ke-109, Aisyiyah menggelar seminar bertajuk ‘Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia’ dan ‘Sosialisasi Pemanfaatan Bahan Limbah Daur Ulang’ sebagai bentuk implementasi Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian,” kata Nur Asma.
Sementara itu, Ketua PW Aisyiyah Riau, Hikmani menilai kondisi global yang masih diwarnai konflik dan kekerasan menjadikan perempuan sebagai kelompok yang rentan, namun sekaligus memiliki peran strategis dalam membangun perdamaian.
Menurutnya, situasi tersebut menjadi momentum bagi Aisyiyah untuk mempertegas peran organisasi perempuan dalam menghadirkan solusi berbasis kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Kondisi ini menjadi momentum Aisyiyah dalam mempertegas pentingnya kehadiran gerakan masyarakat sipil, termasuk organisasi perempuan, dalam menghadirkan solusi berbasis kemanusiaan dan keadilan sosial,” tegas Hikmani.
Dalam sesi tabligh akbar, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kampar, Dr. Adynata mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk terus memperkuat dakwah kemanusiaan sebagai wujud implementasi Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Ia menekankan bahwa perdamaian merupakan cita-cita luhur yang harus diwujudkan melalui kerja bersama dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Perdamaian adalah cita-cita yang sangat luhur dan harus menjadi aspirasi kita semua. Mari semangat lakukan ijtihad bersama untuk organisasi kita dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang sebesar-besarnya,” kata dia.
Menurut Adynata, perkembangan zaman menuntut organisasi kemasyarakatan untuk terus menjadi pelopor dalam bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan demikian, nilai-nilai Islam dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui peringatan Milad ke-109 ini, Aisyiyah berharap semangat dakwah Islam berkemajuan dan gerakan kemanusiaan yang selama ini dijalankan dapat semakin mengakar, terutama di kalangan generasi muda. (*)