Siswa MAN IC Sumedang Kalahkan Mahasiswa Internasional, Raih Medali di Malaysia Lewat Inovasi Penyimpanan Hasil Panen Tenaga Surya
Tiga siswa kelas X MAN Insan Cendekia Sumedang meraih Bronze Medal pada 5th International Youth Summit 2026 di Malaysia. Melalui inovasi SMART CHILL, mereka menawarkan solusi penyimpanan hasil panen bertenaga surya yang dirancang untuk mengurangi kerusakan produk pertanian di wilayah tropis.
RINGKASAN BERITA:
- Tiga siswa kelas X MAN IC Sumedang meraih Bronze Medal di ajang internasional yang mayoritas diikuti mahasiswa S1 dan S2 dari berbagai negara.
- SMART CHILL memanfaatkan energi surya dan teknologi IoT untuk menjaga kesegaran hasil panen serta mengurangi kerugian pascapanen.
- Inovasi ini berpotensi membantu petani meningkatkan pendapatan, mengurangi emisi karbon, dan mendukung ketahanan pangan di wilayah tropis.
RIAUCERDAS.COM, SUMEDANG - Tiga siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sumedang berhasil mencuri perhatian dalam ajang internasional setelah meraih Bronze Medal pada 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Malaysia.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi penyimpanan hasil panen berbasis energi surya yang ditujukan untuk mengatasi tingginya kerusakan produk pertanian setelah masa panen.
Tim yang terdiri dari Zahwa Tsabita Karima, Naura Mayla Hana Hakima, dan Naufal Dzaki Hibatullah mengembangkan karya berjudul Smart Chill (Smart Solar Storage): An Integrated Solar-Powered Cold Storage Innovation for Reducing Post-Harvest Losses in Tropical Food Systems.
Keberhasilan mereka menjadi semakin istimewa karena harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara yang sebagian besar merupakan mahasiswa jenjang sarjana hingga magister.
Meski masih duduk di bangku kelas X, ketiganya mampu menembus 12 finalis terbaik pada subtema Agriculture dan mendapat kesempatan mempresentasikan inovasinya secara langsung di Malaysia.
Kepala MAN IC Sumedang, Hilal Najmi, menjelaskan bahwa SMART CHILL merupakan sistem penyimpanan dingin yang memanfaatkan energi matahari untuk menjaga kualitas hasil pertanian dalam jangka waktu lebih lama.
"SMART CHILL merupakan konsep penyimpanan dingin yang memanfaatkan energi surya untuk menjaga kesegaran hasil pertanian lebih lama. Sistem ini menggabungkan panel surya, baterai penyimpanan energi, material penyimpan suhu dingin, serta pemantauan berbasis Internet of Things (IoT), sehingga dapat digunakan di wilayah pedesaan yang akses listriknya masih terbatas," jelas Hilal Najmi, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, inovasi tersebut dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan hasil panen sebelum sampai ke tangan konsumen.
Selain membantu petani menekan kerugian pascapanen, sistem ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah tropis.
Dalam kompetisi tersebut, tim MAN IC Sumedang memaparkan konsep SMART CHILL melalui sesi pameran poster dan presentasi di hadapan dewan juri internasional.
Mereka harus menjawab berbagai pertanyaan terkait aspek teknis, manfaat, hingga peluang penerapan inovasi tersebut di lapangan.
Hilal Najmi mengaku bangga atas pencapaian para siswanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui ide-ide yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata.
“Kami bersyukur atas capaian ini. Yang paling membanggakan bukan hanya medali yang diraih, tetapi keberanian siswa untuk bersaing dengan mahasiswa dari berbagai negara melalui gagasan yang menawarkan solusi nyata bagi persoalan pertanian,” kata dia.
Bagi Zahwa Tsabita Karima, pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Ia mengaku sempat merasa gugup ketika mengetahui sebagian besar peserta merupakan mahasiswa.
“Awalnya kami merasa gugup karena mengetahui sebagian besar peserta adalah mahasiswa. Namun setelah berdiskusi dan bertemu langsung dengan peserta dari berbagai negara, kami menyadari bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi melalui ide dan inovasi. Pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri untuk terus belajar dan bermimpi lebih besar," ujarnya.
Sementara itu, Naura Mayla Hana Hakima mengatakan ajang tersebut mengajarkannya pentingnya kemampuan mengomunikasikan ide secara efektif agar manfaat sebuah inovasi dapat dipahami oleh banyak orang.
Sedangkan Naufal Dzaki Hibatullah menilai kompetisi tersebut membuka wawasannya tentang bagaimana inovasi dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Bronze Medal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan SMART CHILL dan menciptakan inovasi yang lebih baik lagi,” tutur Naufal.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dari kalangan pelajar dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan sektor pertanian dan pembangunan berkelanjutan di masa depan. (*)