Kunjungi TKA SMP Hari Pertama, Wamendikdasmen Tekankan Peran Tes Latih Logika dan Bangun Mimpi Siswa

Hari pertama TKA SMP 2026 diwarnai antusiasme siswa yang menilai soal berbasis logika dan kehidupan sehari-hari. Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan TKA bukan sekadar mengejar nilai, tetapi melatih cara berpikir dan membangun cita-cita.

Kunjungi TKA SMP Hari Pertama, Wamendikdasmen Tekankan Peran Tes Latih Logika dan Bangun Mimpi Siswa
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berbincang dengan seorang siswa peserta Tes Kemampuan Akademik, Senin (6/4/2026). (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Siswa menilai soal TKA berbasis logika dan kehidupan sehari-hari sehingga lebih menarik.
  • Wamendikdasmen menegaskan TKA fokus melatih literasi dan cara berpikir, bukan sekadar nilai.
  • Sebanyak 242 siswa di SMP Negeri 18 Jakarta mengikuti TKA dengan persiapan matang dan tanpa kendala.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga momentum membangun cara berpikir logis dan menumbuhkan motivasi meraih cita-cita di kalangan siswa.

Hal ini terlihat dari respons positif peserta yang menilai soal TKA relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMP Negeri 18 Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan siswa untuk menggali pengalaman mereka selama mengikuti tes.

Di dalam kelas, Wamen Fajar berbincang langsung dengan para siswa, menanyakan kesan mereka terhadap soal, serta menggali cita-cita yang ingin mereka capai.

Ia juga memberikan dorongan agar TKA dimaknai sebagai langkah awal menuju masa depan.

Salah satu siswa, Azra Zahira, menyampaikan aspirasinya untuk menjadi psikolog.

Ia juga menilai TKA mampu membangkitkan kembali semangat belajar di tengah perkembangan teknologi saat ini.

“Dari soal yang dikerjakan tadi, saya merasa soal-soal tersebut harus kerjakan dengan penuh berlogika dan sangat melatih kemampuan berlogika. Saya sangat menikmati soal-soal cerita yang merefleksikan kehidupan sehari-hari dan tentunya optimis dengan nilai TKA ini,” terang Azra.

Pendapat serupa disampaikan Raka Afandi yang mengaku optimistis dengan hasil yang diraihnya, terutama pada mata pelajaran matematika.

Ia melihat TKA sebagai sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus mendorong prestasi.

“Saat mengerjakan soal matematika tadi saya sangat optimis bisa meraih nilai yang baik. Menurut saya TKA ini menjadi sebuah pemacu untuk kita bisa dapat berprestasi serta mengukur kemampuan akademik kita selama bersekolah di SMP,” ujar Raka.

Kepala SMP Negeri 18 Jakarta, Lina Puspasari, mengungkapkan bahwa sebanyak 242 siswa mengikuti TKA tahun ini.

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari penyediaan sarana prasarana hingga simulasi pelaksanaan.

“Adapun persiapan sarana prasarana yang kami lakukan menuju pelaksanaan TKA seperti pengecekan perangkat komputer, laptop, serta jaringan internet di sekolah. Puji syukur pelaksanaan hari pertama ini semua murid kami dapat mengikuti dengan lancar, rata-rata dari mereka merasa senang terhadap soal-soal TKA yang banyak mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari,” ucap Lina.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga melakukan sosialisasi kepada guru, siswa, dan orang tua, serta memberikan pendalaman materi dan dua kali simulasi untuk memastikan kesiapan peserta.

Menanggapi hal tersebut, Wamen Fajar menegaskan bahwa tujuan utama TKA bukan sekadar mengejar nilai akademik, melainkan mengasah kemampuan literasi dan logika berpikir siswa.

Ia juga mengapresiasi dukungan Suku Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta serta panitia sekolah yang telah mempersiapkan pelaksanaan dengan baik.

Ke depan, ia berharap pelaksanaan TKA di seluruh daerah dapat berjalan lancar.

“Hari ini saya meninjau pelaksanaan TKA di SMP Negeri 18 Jakarta dan puji syukur pelaksanaanya berlangsung dengan lancar. Saya juga sempat berbincang dengan para murid dan melihat antusias mereka ikut TKA. Kesan mereka positif, waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal dirasa sudah cukup dan model soal di TKA memberikan kesan yang menarik.,” ungkap Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, di Jakarta. (*)