Jumlah Siswa Hadir Meningkat Setelah SLBN Pahlawan Direvitalisasi
Program revitalisasi di SLBN Pahlawan Indramayu tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga meningkatkan kehadiran dan partisipasi siswa secara signifikan.
RINGKASAN BERITA:
- Kehadiran siswa di SLBN Pahlawan Indramayu meningkat drastis setelah revitalisasi.
- Sekolah kini lebih ramah disabilitas dengan akses kursi roda dan bangunan yang aman.
- Proyek revitalisasi turut memberdayakan tenaga kerja lokal sebanyak 28 orang.
RIAUCERDAS.COM, INDRAMAYU - Program revitalisasi satuan pendidikan terbukti mampu mendorong peningkatan kehadiran siswa, terutama di sekolah luar biasa.
Di SLBN Pahlawan Indramayu, perubahan kondisi fisik sekolah berbanding lurus dengan meningkatnya partisipasi belajar murid.
Melalui program yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah ini mendapatkan perbaikan menyeluruh yang tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga kenyamanan dan aksesibilitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Revitalisasi di SLBN Pahlawan Indramayu mencakup rehabilitasi 12 ruang kelas serta pembangunan satu unit toilet.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti meja dan kursi siswa, meja dan kursi guru, hingga lemari penyimpanan turut disediakan di setiap ruang kelas.
Sebelum diperbaiki, kondisi sekolah dinilai cukup memprihatinkan.
Yulius, guru sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) tahun 2025, mengungkapkan bahwa sejumlah bangunan yang berdiri sejak 1989 mengalami kerusakan berat.
“Mulai dari tembok yang keropos, bau ruangan tidak nyaman, hingga debu yang bertebaran karena beton sudah lapuk. Itu sangat mengganggu proses belajar,” kata Yulius.
Ia bahkan menyebut sempat terjadi bagian bangunan yang roboh saat jam istirahat berlangsung.
Kini, kondisi sekolah berubah drastis. Struktur bangunan diperkuat, atap ditinggikan untuk mengurangi panas, serta aksesibilitas ditingkatkan agar ramah bagi pengguna kursi roda.
Area belakang sekolah juga ditinggikan untuk mengantisipasi banjir yang sebelumnya sempat mengganggu kegiatan belajar.
“Sekarang sekolah ini sudah sangat berubah. Lebih nyaman, lebih aman, dan lebih sesuai untuk anak-anak,” ujarnya.
Kepala SLB Negeri Pahlawan Indramayu, Wawan Darsa, menambahkan bahwa proses revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengerjaan proyek melibatkan tenaga kerja lokal sebagai prioritas utama.
“Untuk tenaga kerja, kami menggunakan pekerja lokal, meskipun beberapa tukang kami didatangkan dari Cirebon karena kebutuhan pekerja yang cukup banyak. Total ada 28 orang tukang yang terlibat,” tutur Wawan.
Pembangunan berlangsung sekitar 10 minggu sejak pertengahan Agustus 2025.
Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan tujuan program yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Dampak paling terasa terlihat pada perubahan perilaku siswa.
Jika sebelumnya pihak sekolah harus aktif melakukan kunjungan ke rumah karena rendahnya kehadiran, kini hampir seluruh siswa rutin datang ke sekolah.
“Sekarang hampir semua murid hadir ke sekolah. Hanya yang jaraknya jauh saja yang sesekali kami kunjungi,” ujarnya.
Selain itu, kesadaran siswa terhadap kebersihan dan fasilitas sekolah juga meningkat.
Lingkungan sekolah yang sebelumnya penuh coretan kini lebih terjaga, menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki dari para siswa.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa revitalisasi merupakan langkah strategis dalam menghadirkan layanan pendidikan yang layak dan inklusif.
“Ketika anak merasa nyaman, mereka akan lebih termotivasi untuk hadir dan belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, dampak program ini tidak hanya terlihat dari perbaikan infrastruktur, tetapi juga dari peningkatan interaksi belajar dan partisipasi siswa.
“Ketika lingkungan belajar tambah baik dan nyaman, kehadiran siswa meningkat, interaksi belajar menjadi lebih positif, dan tumbuh rasa memiliki terhadap sekolah. Ini menjadi indikator penting bahwa revitalisasi berjalan sesuai dengan tujuan besarnya, yaitu menguatkan ekosistem pendidikan,” ujar dia.
Program revitalisasi di Indramayu menjadi bukti bahwa perbaikan fasilitas pendidikan dapat memberikan dampak menyeluruh, mulai dari kualitas pembelajaran hingga keterlibatan siswa dan masyarakat sekitar. (*)


