Dosen UIR Jadi Narasumber Seminar Nasional, Bahas Strategi Humas Berbasis AI dan Komunikasi Terukur

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Harry Setiawan, menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Komunikasi 2026 di UPN Veteran Jakarta. Dalam forum tersebut, ia menyoroti pentingnya evaluasi program kehumasan berbasis data dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung komunikasi yang adaptif dan terukur.

Dosen UIR Jadi Narasumber Seminar Nasional, Bahas Strategi Humas Berbasis AI dan Komunikasi Terukur
Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Harry Setiawan, menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Komunikasi 2026 di UPN Veteran Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Sumber: UIR)

RINGKASAN BERITA:

  • Dosen UIR Harry Setiawan menekankan pentingnya evaluasi program humas berbasis data di era kecerdasan buatan.
  • Seminar Nasional Komunikasi 2026 mengangkat tema sinergi AI dan Public Relations untuk menciptakan komunikasi yang lebih adaptif dan terukur.
  • Forum ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara FIKOM UIR dan Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong perubahan besar dalam dunia komunikasi dan kehumasan.

Kondisi tersebut menuntut praktisi public relations untuk tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga mengukur efektivitas setiap program komunikasi yang dijalankan.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Seminar Nasional Komunikasi 2026 yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pada kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi AI dan Public Relations: Menuju Komunikasi yang Adaptif dan Terukur” itu, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR), Assoc. Prof. Dr. Harry Setiawan, M.I.Kom, hadir sebagai narasumber utama.

Seminar tersebut merupakan bagian dari program visiting lecture atau dosen tamu yang bertujuan memperkuat kerja sama akademik antarperguruan tinggi sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa terkait perkembangan komunikasi dan kehumasan di era digital.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Evaluasi Program Public Relations”, Harry Setiawan menjelaskan pentingnya evaluasi dalam setiap aktivitas kehumasan untuk memastikan pesan yang disampaikan mampu memberikan dampak nyata bagi institusi.

Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara organisasi membangun hubungan dengan publik. Karena itu, pendekatan kehumasan juga harus berkembang dengan memanfaatkan teknologi dan analisis data secara lebih optimal.

“Di era digital saat ini, humas dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Evaluasi program kehumasan menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap aktivitas komunikasi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak yang terukur bagi institusi,” kata dia.

Harry menilai tantangan humas saat ini tidak hanya sebatas menyampaikan informasi kepada publik.

Lebih dari itu, praktisi kehumasan juga dituntut mampu menjaga reputasi organisasi, membangun interaksi yang efektif, serta mengelola komunikasi secara tepat ketika menghadapi situasi krisis.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut membagikan pengalaman pengelolaan kehumasan yang diterapkan di UIR. 

Berbagai strategi yang dipaparkan mencakup penguatan media institusi melalui pengelolaan website, optimalisasi media sosial, penyusunan kampanye komunikasi, hingga pengembangan konten yang disesuaikan dengan karakteristik audiens.

Selain itu, pemanfaatan data dan teknologi juga disebut menjadi faktor penting untuk mengukur keberhasilan program komunikasi secara objektif dan berkelanjutan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta yang mengikuti seminar hingga sesi tanya jawab berakhir.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Dr. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., yang membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam industri kreatif.

Seminar dihadiri pimpinan UPN Veteran Jakarta, jajaran dekanat FISIP, dosen, serta sekitar 60 mahasiswa dan sivitas akademika.

Seminar Nasional Komunikasi 2026 menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik yang telah terjalin antara FIKOM UIR dan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jakarta.

Kerja sama tersebut akan terus berlanjut melalui pertukaran pengetahuan dan kegiatan akademik lainnya.

Dalam waktu dekat, dosen dari UPN Veteran Jakarta dijadwalkan berkunjung ke FIKOM UIR untuk berbagi wawasan serta memberikan edukasi kepada mahasiswa.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan komunikasi sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa mengenai tantangan dan peluang profesi kehumasan di era transformasi digital. (*)