Unri Tembus Brunei, Kerja Sama Internasional Disiapkan untuk Mahasiswa dan Dosen
Universitas Riau (Unri) memperluas jejaring internasional dengan melakukan kunjungan resmi ke Universitas Brunei Darussalam. Pertemuan ini membuka peluang kerja sama strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga kolaborasi riset lintas negara.
RINGKASAN BERITA:
- Unri melakukan kunjungan resmi ke Universitas Brunei Darussalam untuk memperkuat kerja sama internasional
- Fokus kerja sama meliputi visiting lecturer, pertukaran mahasiswa, dan kolaborasi riset
- Langkah ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi dan peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi
RIAUCERDAS.COM, BRUNEI - Upaya Universitas Riau (Unri) memperkuat posisi di kancah global terus berlanjut.
Salah satunya ditandai dengan kunjungan resmi ke Universitas Brunei Darussalam (UBD) guna menjajaki pengembangan kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.
Kunjungan yang berlangsung di kampus UBD, Kamis (22/1/2026), dipimpin langsung oleh Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Hermandra MA.
Rombongan Unri disambut pimpinan UBD yang diketuai Rektor Dr Hazri bin Haji Kifle bersama Wakil Rektor Urusan Global Dr Joyce Teo Sore Yean dan jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, kedua universitas membahas sejumlah skema kolaborasi strategis, mulai dari program dosen tamu, pertukaran mahasiswa, hingga penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat berbasis kerja sama internasional.
Rektor Unri Sri Indarti menegaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari langkah konkret mendorong internasionalisasi kampus sekaligus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.
“Kerja sama global menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi saat ini. Melalui kolaborasi dengan UBD, kami berharap program visiting lecturer, pertukaran mahasiswa, serta riset bersama dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan Unri dalam jaringan perguruan tinggi internasional diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran lintas budaya, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa, sekaligus memperkuat daya saing institusi di tingkat regional Asia Tenggara.
Sementara itu, pihak Universitas Brunei Darussalam menyambut positif inisiatif Unri.
UBD menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas, sehingga dapat mendorong pengembangan akademik dan riset bagi kedua belah pihak.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbangunnya program-program konkret yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, produktivitas riset, dan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat lintas negara. (*)