Teknologi Waste to Energy untuk Atasi Sampah Pekanbaru dan Hasilkan Listrik
Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Polda Riau menerapkan teknologi Waste to Energy (WTE) di TPA Muara Fajar untuk mengubah gas metana dari sampah menjadi listrik. Proyek ini dijalankan tanpa membebani APBD, melalui skema B2B dengan investor.
RINGKASAN BERITA:
- Pekanbaru mengimplementasikan teknologi Waste to Energy untuk memanfaatkan gas metana dari TPA Muara Fajar menjadi listrik.
- Proyek dijalankan skema B2B dengan investor, tanpa membebani APBD atau biaya tipping fee pemerintah kota.
- Kolaborasi lintas sektor diharapkan mengurangi sampah, menghasilkan energi terbarukan, dan mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Riau menghadirkan teknologi Waste to Energy (WTE) sebagai solusi inovatif mengatasi persoalan sampah.
Teknologi ini akan diterapkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar dengan mengolah gas metana dari timbunan sampah menjadi energi listrik.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan bahwa proyek ini mengubah paradigma sampah dari sekadar masalah menjadi potensi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga potensi. Melalui teknologi Waste to Energy, sampah dapat diolah menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Agung.
Proyek ini akan memanfaatkan gas metana dari timbunan sampah di TPA Muara Fajar untuk diubah menjadi listrik melalui pembangkit listrik tenaga biogas.
Kapasitas listrik diperkirakan mencapai 3 megawatt dengan produksi energi sekitar 20,5 juta kWh per tahun.
Menurut Agung, proyek ini dijalankan melalui skema business-to-business (B2B) dengan investor, sehingga tidak membebani APBD atau pemerintah kota dengan biaya tipping fee.
“Ini merupakan langkah inovatif karena tidak menggunakan APBD dan tidak membebani pemerintah kota dengan biaya tipping fee. Artinya, solusi pengelolaan sampah dapat berjalan sekaligus menghadirkan nilai ekonomi,” jelasnya.
Wali Kota juga mengapresiasi peran Polda Riau dalam memfasilitasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk investor, akademisi, dan masyarakat, untuk mewujudkan proyek berkelanjutan ini.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Polda Riau yang telah memfasilitasi dan menginisiasi kolaborasi ini. Semangat gotong royong lintas sektor sangat penting untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tambah Agung.
Dengan implementasi teknologi WTE, Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan pengurangan volume sampah secara signifikan di TPA Muara Fajar, produksi energi terbarukan, dan dukungan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Pemerintah kota juga berkomitmen memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengurangan dan pemilahan sampah.
“Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi dan inovasi, kita optimistis Pekanbaru dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)