Wamendikdasmen Dorong Budaya Bersih Lewat Gerakan Jumat Bersih

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meninjau kegiatan Jumat Bersih di SD Negeri 01 Cibadak, Sukabumi, sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI. Kegiatan ini menanamkan kebiasaan hidup bersih, sehat, dan tertib bagi siswa, sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

Wamendikdasmen Dorong Budaya Bersih Lewat Gerakan Jumat Bersih
Siswa SD di Cibadak, Sukabumi sedang melakukan Aksi Jumat Bersih. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Jumat Bersih di SD Negeri 01 Cibadak menjadi implementasi Gerakan Indonesia ASRI untuk lingkungan belajar bersih, sehat, dan nyaman.
  • Kegiatan ini menanamkan tanggung jawab dan pembiasaan hidup bersih bagi siswa, yang juga diterapkan di rumah.
  • Lingkungan sekolah yang bersih terbukti meningkatkan kenyamanan dan motivasi belajar, mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan.

RIAUCERDAS.COM, CIBADAK - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih di SD Negeri 01 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan belajar bersih, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.

Dalam kunjungannya, Wamen Fajar menekankan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan langkah penting dalam membangun karakter siswa.

Kegiatan Jumat Bersih tidak hanya mengajak siswa merawat lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

“Ini bagian dari program yang didorong oleh Bapak Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Salah satu implementasinya di lingkungan sekolah adalah menggiatkan kembali kegiatan Jumat Bersih, yakni kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara rutin dengan melibatkan para siswa,” ucap Wamen Fajar.

Guru Kelas 5 SD Negeri 01 Cibadak, Gina Permata Desa, menambahkan bahwa Gerakan ASRI memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter siswa.

Menurutnya, pembiasaan menjaga kebersihan di sekolah mendorong anak-anak untuk menerapkan kebiasaan serupa di rumah.

“Gerakan ASRI ini menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan indah. Dari sudut pandang kami sebagai guru, kegiatan ini dapat membantu menumbuhkan kemandirian anak, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah bersama orang tua,” ujar Gina.

Gina menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai kebersihan melalui pembiasaan sehari-hari.

Guru secara aktif mengajak siswa memahami bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari sikap hidup yang harus diterapkan di berbagai lingkungan.

“Kami terus menyosialisasikan kepada anak-anak bahwa bersih itu indah, bersih itu enak, dan membuat lingkungan menjadi nyaman. Dengan begitu mereka menyadari bahwa kebersihan tidak hanya penting di sekolah, tetapi juga di rumah dan untuk diri mereka sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, guru tersebut menyoroti pengaruh lingkungan belajar bersih terhadap kenyamanan dan motivasi siswa.

Simulasi perbandingan antara belajar di lingkungan bersih dan kotor menunjukkan manfaat langsung dari lingkungan yang tertata rapi.

“Ketika anak-anak belajar di tempat yang kotor, misalnya ada bau atau sampah, mereka merasa tidak nyaman. Tetapi ketika lingkungan belajar bersih, mereka bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Dari situ mereka menyadari bahwa bersih itu memang membuat belajar lebih nyaman dan sehat,” tambah Gina.

Melalui Gerakan ASRI dan kegiatan Jumat Bersih, Kemendikdasmen bersama sekolah terus mendorong terciptanya budaya hidup bersih dan sehat di sekolah.

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan sejak dini. (*)