114 Sekolah Rusak Akibat Bencana di Aceh Segera Dibangun Ulang, Siswa Harap Bisa Belajar Normal Lagi
Sebanyak 114 sekolah terdampak bencana di Aceh resmi memasuki tahap revitalisasi setelah penandatanganan perjanjian kerja sama Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026. Program ini diharapkan memulihkan layanan pendidikan dan mengakhiri pembelajaran darurat yang selama ini dijalani ribuan siswa
RINGKASAN BERITA:
-
114 sekolah terdampak bencana di Aceh resmi direvitalisasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026.
-
Sekolah penerima bantuan terdiri dari 99 SMK, 13 SLB, dan 2 PKBM dengan kerusakan ringan hingga berat.
-
Program ini diharapkan mengakhiri pembelajaran darurat dan mengembalikan hak siswa untuk belajar di lingkungan yang aman dan layak.
RIAUCERDAS.COM, ACEH - Harapan ribuan siswa Aceh untuk kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak kian mendekati kenyataan.
Sebanyak 114 sekolah terdampak bencana di Provinsi Aceh resmi masuk tahap revitalisasi setelah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026, Kamis (29/1/2026), di Banda Aceh.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh perwakilan seluruh sekolah penerima bantuan dan disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menyatakan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat rekonstruksi dan pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana.
“Apa yang ditandatangani hari ini adalah dokumen awal kebahagiaan bagi para siswa, orang tua, dan warga sekolah. Ini menjadi jalan untuk mengembalikan sekolah agar lebih nyaman dan aman,” ujar Tatang.
Ia menegaskan, program revitalisasi merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang berorientasi pada pemulihan hak anak atas pendidikan.
Setelah PKS ditandatangani, dana bantuan diharapkan segera cair sehingga pelaksanaan revitalisasi bisa langsung dilakukan.
“Kami berharap pada awal tahun ajaran baru, anak-anak sudah bisa belajar di sekolah yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Dari total 114 sekolah yang akan direvitalisasi, terdiri atas 99 SMK, 13 SLB, dan 2 PKBM di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga rusak berat akibat bencana alam.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dahlawi, menyebut revitalisasi ini menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan Aceh.
Ia mengungkapkan bahwa hampir separuh SMK dan SLB di Aceh terdampak bencana dengan kondisi kerusakan beragam.
“Dengan revitalisasi ini, kami berharap pendidikan Aceh segera pulih dan setara dengan daerah lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Ummul Ayman 2 Kabupaten Pidie Jaya, Faisal, mengatakan seluruh ruang kelas dan ruang praktik di sekolahnya rusak akibat bencana, sehingga kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di kelas darurat.
“Dengan revitalisasi ini kami berharap unit kelas baru segera dibangun agar siswa bisa belajar dengan lebih nyaman,” katanya.
Hal senada disampaikan Alfrizi Maulana, siswa kelas XI SMK Ummul Ayman 2. Ia mengaku merindukan ruang belajar yang layak, termasuk fasilitas praktik yang rusak akibat banjir.
“Semoga kelas baru segera dibangun supaya kami bisa belajar normal lagi,” ujarnya.
Dari jenjang pendidikan khusus, Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Suprananta, menyebut PKS ini sebagai kabar gembira bagi 260 muridnya yang selama ini masih belajar di ruang darurat.
“Dengan PKS ini, kami insyaallah bisa membangun kembali sekolah yang rusak parah akibat bencana,” katanya. (*)