Mendikdasmen Resmikan 59 Sekolah Hasil Revitalisasi di Majalengka, Dorong Pendidikan Bermutu dan Ekonomi Lokal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan 59 satuan pendidikan hasil program revitalisasi di Kabupaten Majalengka. Program ini tidak hanya memperbaiki sarana belajar, tetapi juga dinilai berkontribusi pada kualitas pendidikan, penguatan karakter peserta didik, serta perputaran ekonomi lokal.

Mendikdasmen Resmikan 59 Sekolah Hasil Revitalisasi di Majalengka, Dorong Pendidikan Bermutu dan Ekonomi Lokal
Mendikdasmen Abdul Mu'ti melihat siswa yang tengah praktik memperbaiki sepeda motor. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • 59 satuan pendidikan di Majalengka rampung direvitalisasi dan diresmikan langsung Mendikdasmen
  • Sekolah swasta mendapat porsi 23 persen dari total program revitalisasi
  • Program dinilai berdampak pada peningkatan IPM dan pertumbuhan ekonomi daerah

RIAUCERDAS.COM, MAJALENGKA - Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Hal itu ditandai dengan peresmian 59 satuan pendidikan hasil revitalisasi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Selasa (20/1/2026).

Agenda peresmian berlangsung di dua titik, yakni di lingkungan Yayasan Al Mizan serta di SMP Negeri 1 Jatiwangi.

Di lokasi pertama, Menteri Mu’ti meresmikan revitalisasi TK Al Mizan dan SMK Al Ma’arif. Sementara di SMP Negeri 1 Jatiwangi, dilakukan peresmian serentak terhadap 57 satuan pendidikan lainnya.

Puluhan sekolah yang telah menyelesaikan revitalisasi tersebut mencakup berbagai jenjang, terdiri dari 1 PAUD, 25 SD, 21 SMP, 2 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga memberi ruang besar bagi lembaga pendidikan swasta.

Ia menyebut, pada 2025 pemerintah mengalokasikan 23 persen program revitalisasi untuk sekolah swasta.

“Sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah. Kita ingin semua satuan pendidikan tumbuh bersama, tanpa kesenjangan kualitas,” ujarnya.

Adapun 77 persen alokasi program diarahkan ke sekolah negeri, sebagai bagian dari upaya pemerataan peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah.

Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramadhan, menilai revitalisasi satuan pendidikan membawa dampak luas bagi daerah.

Menurutnya, pelaksanaan program secara swakelola mendorong keterlibatan masyarakat dan berkontribusi pada penguatan layanan pendidikan sekaligus ekonomi lokal.

Ia memaparkan, data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, bertambahnya rata-rata lama sekolah, serta pertumbuhan ekonomi Majalengka yang mencapai 9 persen pada 2025, tertinggi di wilayah III Cirebon.

Dampak tersebut, lanjut Dena, sejalan dengan kajian LP3ES yang menemukan korelasi positif antara anggaran revitalisasi sekolah dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto melalui perputaran ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas usaha di sekitar sekolah.

Saat meresmikan kegiatan di SMP Negeri 1 Jatiwangi, Mendikdasmen kembali menegaskan bahwa revitalisasi merupakan bagian dari paket kebijakan pendidikan nasional yang lebih luas.

“Revitalisasi kami hubungkan dengan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta penguatan karakter melalui budaya sekolah yang aman dan nyaman,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang bersih, aman, dan memuliakan peserta didik agar proses belajar berlangsung menyenangkan dan bermakna.

Manfaat revitalisasi dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Pelaksana Tugas Kepala TK Al Mizan, Ela Ariesta, menyebut bahwa sebelum perbaikan, sekolah memiliki keterbatasan ruang dan fasilitas.

Kini, sekolah tersebut telah dilengkapi ruang UKS, toilet baru, serta sarana bermain dalam dan luar ruangan.

“Setelah revitalisasi, anak-anak jauh lebih nyaman dan semangat datang ke sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, SMK Al Ma’arif memperoleh pembangunan Ruang Praktik Siswa Teknik Sepeda Motor dan Laboratorium IPA. Kepala sekolah, Joharul Aripin, mengatakan fasilitas baru itu membuat pembelajaran praktik lebih optimal dan sesuai kebutuhan industri.

Hal senada disampaikan Daman, siswa kelas XI jurusan TSM, yang mengaku lebih termotivasi belajar karena ruang praktik kini lebih luas dan tertata.

Selain peresmian, kegiatan di SMP Negeri 1 Jatiwangi juga dirangkaikan dengan sosialisasi persiapan Tes Kemampuan Akademik jenjang SD dan SMP oleh Pusat Asesmen Pendidikan BSKAP.

Dalam kegiatan tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan TKA tetap dapat berjalan meski sarana terbatas, melalui pengaturan teknis dan pemanfaatan perangkat secara efisien.

Hasil TKA nantinya akan terintegrasi dengan asesmen nasional dan rapor pendidikan, serta menjadi salah satu rujukan jalur prestasi peserta didik dan proses akreditasi sekolah. (*)