Akhir Penantian Puluhan Tahun, Tiang Listrik PLN Mulai Masuk ke Dusun Terpencil di Siak

Upaya Pemerintah Kabupaten Siak memperluas akses listrik ke wilayah terpencil mulai menunjukkan hasil. Material tiang listrik PLN telah masuk ke Dusun Bedeng, Kecamatan Sungai Mandau, menandai dimulainya pembangunan jaringan yang diharapkan mengakhiri puluhan tahun tanpa penerangan. Pemkab Siak menegaskan elektrifikasi pelosok menjadi prioritas demi pemerataan pembangunan.

Akhir Penantian Puluhan Tahun, Tiang Listrik PLN Mulai Masuk ke Dusun Terpencil di Siak
Truk pengangkut tiang-tiang listrik masuk ke Dusun Bedeng, Kecamatan Sungai Mandau, Siak. Infrastruktur pembangunan listrik di dusun itu sudah dimulai setelah dinantikan puluhan tahun. (Sumber: siakkab.go.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Dusun Bedeng, Sungai Mandau, mulai dibangun jaringan listrik setelah puluhan tahun gelap.
  • Pembangunan terkendala wilayah konsesi HTI dan HGU, namun berhasil ditembus lewat koordinasi intensif.
  • Pemkab Siak menargetkan rasio elektrifikasi mendekati 100 persen dan menyiapkan proyek serupa di dusun lain.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Harapan warga Dusun Bedeng, Kecamatan Sungai Mandau, untuk menikmati aliran listrik akhirnya mulai terwujud.

Setelah puluhan tahun hidup tanpa penerangan permanen, kawasan terpencil tersebut kini mulai dimasuki material tiang listrik milik PLN sebagai tahap awal pembangunan jaringan.

Kabar dimulainya pekerjaan infrastruktur ini disampaikan langsung oleh Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, pada Senin (19/1/2026).

Ia menyebut masuknya tiang listrik menjadi penanda penting dimulainya era baru bagi masyarakat Dusun Bedeng.

“Alhamdulillah, hari ini dimulai dengan kabar baik dari pelosok kampung.Tiang PLN sudah mulai masuk ke Dusun Bedeng. Ini dusun yang pernah saya kunjungi dan bahkan saya bermalam di sana untuk merasakan langsung kondisi warga,” ujar Afni, Selasa (20/1/2026).

Menurut Afni, pembangunan jaringan listrik di Dusun Bedeng tidak mudah karena kondisi geografisnya yang terisolasi.

Wilayah ini selama bertahun-tahun berada di tengah kawasan izin konsesi, baik Hutan Tanaman Industri (HTI) maupun Hak Guna Usaha (HGU), sehingga penarikan jaringan transmisi kerap terkendala aspek teknis.

Ia menegaskan, progres yang dicapai saat ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Siak, pihak perusahaan pemegang konsesi, dan PLN.

Upaya percepatan dilakukan untuk mengejar target rasio elektrifikasi daerah yang mendekati 100 persen, mengingat masih terdapat beberapa titik dusun yang belum teraliri listrik secara stabil.

“Terima kasih kepada PLN dan seluruh pihak yang telah bekerja dengan sangat baik. Ini adalah bentuk komitmen kami agar pelayanan pembangunan benar-benar sampai ke wilayah paling ujung,” tegas Afni.

Selain Dusun Bedeng, Pemkab Siak juga menyiapkan langkah lanjutan untuk daerah terpencil lainnya.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian berikutnya adalah Dusun Rimbo Cempedak di Kecamatan Kerinci Kanan, yang saat ini masih dalam tahap sinkronisasi data dengan PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Afni memastikan, melalui OPD terkait, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan lapangan agar proyek berjalan sesuai target.

Ia berharap, kehadiran listrik nantinya tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di pelosok Kabupaten Siak. (*)