Anak Gajah Terjebak Septic Tank, Kawanan Ngamuk di Mess Karyawan Siak
Kawanan gajah liar mengamuk dan merusak mess karyawan PT Arara Abadi di Kecamatan Minas, Siak, setelah seekor anak gajah terperosok ke dalam septic tank. Tidak ada korban jiwa, dan anak gajah berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat.
RINGKASAN BERITA:
-
Anak gajah berusia sekitar tujuh hari terperosok ke septic tank sedalam 2–2,5 meter.
-
Kawanan gajah merusak enam kamar mess dan tiga sepeda motor, tanpa korban jiwa.
-
Populasi gajah Petapahan meningkat menjadi 11–13 individu.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Seekor anak gajah yang terperosok ke dalam septic tank diduga memicu amukan kawanan gajah liar di kawasan mess karyawan PT Arara Abadi, Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Minggu (22/2/2026).
Insiden tersebut menyebabkan tembok mess security roboh dan tiga sepeda motor rusak diinjak-injak.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima laporan pengrusakan mess karyawan oleh kelompok gajah liar, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
“Tadi kami menerima laporan terkait pengrusakan mess karyawan oleh kelompok gajah liar, namun tidak menimbulkan korban jiwa,” ujarnya dilansir dari Media Center Riau.
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 22.00 hingga 00.00 WIB, tiga hingga empat ekor gajah terlihat berada di kawasan lindung perusahaan atau greenbelt yang berjarak sekitar 10 meter dari mess.
Keberadaan gajah saat itu dianggap biasa karena lokasi tersebut merupakan jalur lintasan kelompok gajah dari wilayah Petapahan–Minas.
Namun sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIB usai sahur, sekitar 10 ekor gajah tiba-tiba mengamuk dan meraung sambil merusak enam kamar mess karyawan.
Para karyawan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Setelah situasi mereda dan kawanan kembali ke area greenbelt, tim mendengar suara teriakan anak gajah.
Petugas kemudian menemukan seekor anak gajah betina terperosok ke dalam septic tank sedalam sekitar dua hingga 2,5 meter.
“Kami menduga kawanan gajah mengamuk karena salah satu anak dari individu gajah itu terperosok ke dalam septic tank,” kata Supartono.
Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tenaga medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah Minas segera melakukan evakuasi secara manual.
Proses penarikan anak gajah berlangsung sekitar 45 menit. Anak gajah yang diperkirakan berusia sekitar tujuh hari itu dilaporkan dalam kondisi sehat dan telah dikembalikan ke kelompoknya.
Supartono menduga raungan anak gajah yang terjebak memicu respons induk dan kelompoknya sehingga terjadi pengrusakan mess.
Ia menjelaskan, kawasan permukiman tersebut berbatasan langsung dengan hutan lindung perusahaan yang menjadi jalur pergerakan kelompok gajah Petapahan.
Populasi kelompok ini diperkirakan berjumlah 11 hingga 13 individu dengan wilayah jelajah Tapung–Minas.
Menurut catatan KSDA Riau, populasi gajah di kantong habitat Petapahan mengalami peningkatan dibanding sebelumnya yang berkisar 10 hingga 11 individu.
Situasi di lokasi berangsur pulih sekitar pukul 09.30 WIB setelah kawanan gajah kembali masuk ke kawasan hutan dan meninggalkan permukiman. (*)