BMKG Catat 14 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Wilayah

BMKG mencatat jumlah titik panas di Riau meningkat menjadi 14 titik pada Kamis (9/7/2026), meski hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah daerah. Masyarakat diimbau mewaspadai cuaca ekstrem dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

BMKG Catat 14 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Wilayah
Ilustrasi. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • BMKG mencatat 14 titik panas di Riau meski hujan masih mengguyur sejumlah wilayah pada Kamis (9/7/2026).
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kabupaten dan Kota Pekanbaru.
  • Hotspot terbanyak di Riau terpantau berada di Kabupaten Rokan Hilir dengan tujuh titik, disusul Bengkalis sebanyak tiga titik.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau menjadi 14 titik pada Kamis (9/7/2026).

Kondisi tersebut terjadi di tengah prakiraan hujan yang masih berpotensi turun di sejumlah wilayah sepanjang hari.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Mari Frystine, mengatakan berdasarkan citra radar cuaca, hujan berintensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang telah terjadi sejak pagi.

"Berdasarkan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir. Hujan diprakirakan masih akan bertahan hingga siang hari," kata dia.

Pada siang hingga sore, hujan diprakirakan meluas ke sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.

Sementara pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Pada pagi hari, kondisi tersebut diprakirakan terjadi di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Memasuki siang hingga sore, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem meluas ke Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.

BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 100 persen.

"Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam," tutur Mari Frystine.

Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut umumnya berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.

Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Dumai–Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti–Pelalawan.

"Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Dumai+Bengkalis dan perairan Kepulauan Meranti-Pelalawan sehingga nelayan dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan," terangnya.

Di sisi lain, hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 293 titik panas di Pulau Sumatera.

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yaitu 107 titik, diikuti Sumatera Selatan 58 titik, Aceh 33 titik, Kepulauan Bangka Belitung 30 titik, Lampung 24 titik, Sumatera Barat 14 titik, Jambi delapan titik, Bengkulu lima titik, dan Riau 14 titik.

Di Riau, titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, dan Kota Pekanbaru satu titik.

"Di Provinsi Riau terpantau 14 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitarnya," ujar Mari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.

Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan juga tetap perlu ditingkatkan meski hujan masih turun di sejumlah daerah. (*)