Alumni FIKOM UIR Dirikan Pustaka “Titik Temu” di Rohul, Gerakkan Literasi Desa
Alumni FIKOM UIR, Sofiah, mendirikan pustaka mandiri “Titik Temu” di Desa Pasir Luhur, Rokan Hulu. Berbekal pengalaman akademik dan organisasi kampus, ia menghadirkan ruang baca dan diskusi yang kini dimanfaatkan masyarakat lintas usia.
RINGKASAN BERITA:
-
Alumni FIKOM UIR dirikan pustaka mandiri di Desa Pasir Luhur, Rohul.
-
“Titik Temu” hadir dengan konsep baca, diskusi, dan interaksi inklusif.
-
Sekitar 1.000 buku tersedia, dilengkapi kelas literasi dan program keluarga.
RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Semangat membangun literasi di desa mendorong Sofiah, S.I.Kom., alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Islam Riau (UIR), mendirikan pustaka mandiri bernama “Titik Temu” di Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.
Berbekal pengalaman akademik dan organisasi selama kuliah, Sofiah menghadirkan ruang literasi yang kini menjadi tempat belajar dan berdiskusi bagi masyarakat lintas usia, tepat di dekat rumahnya.
Dikutip dari laman UIR, Rabu (4/3/2026), Sofiah mengatakan pengalaman aktif di organisasi kampus seperti AVF dan Pers Kampus AKLaMASI membentuk kemampuan komunikasi dan kepekaan sosialnya.
“Saya belajar bagaimana berkomunikasi, bernegosiasi, serta peka terhadap situasi dan kondisi emosional orang lain. Bekal itu sangat terasa saat saya bekerja di media cetak dan online, terutama ketika melakukan wawancara dengan narasumber,” ujarnya.
Setelah berkarier di dunia media, ia memutuskan kembali ke kampung halaman dan mendirikan perpustakaan mandiri.
Keraguan sempat muncul, terutama karena anggapan ruang literasi sulit berkembang di desa. Namun ia memilih menjawab keraguan itu dengan tindakan.
Berangkat dari minimnya fasilitas perpustakaan desa yang sebelumnya hanya tersedia di sekolah, Sofiah menghadirkan konsep berbeda melalui “Titik Temu” dengan tagline Communication, Literation, and Discussion.
Ia mengusung konsep “baca dulu, baru nongki” yang memadukan budaya literasi dengan ruang interaksi santai dan inklusif.
Saat ini, sekitar 1.000 buku telah terdata dan dapat diakses masyarakat. Selain membaca, pengunjung juga dapat mengikuti kelas menulis, menggambar, mading, hingga English Flash setiap akhir pekan.
Kegiatan seperti read aloud dan diskusi rutin turut melatih keberanian berpendapat serta kemampuan berpikir kritis anak-anak.
Sejumlah siswa SD dan madrasah tsanawiyah juga rutin berkunjung sambil menikmati kudapan dengan harga terjangkau.
Dukungan mengalir dari berbagai pihak, termasuk sumbangan buku dari Gramedia, dosen dan alumni FIKOM UIR, serta masyarakat sekitar.
Ke depan, wanita yang akrab disapa Sofi ini berencana membangun gedung perpustakaan mandiri terpisah dari rumah pribadi agar aktivitas membaca dan diskusi semakin nyaman.
Ia juga tengah merancang program “Mom n Kids Book Titik Temu” untuk memperkuat literasi keluarga melalui kegiatan read aloud, active play, dan aktivitas tematik lainnya.
Langkah Sofiah menjadi bukti bahwa nilai akademik dan pengalaman organisasi di perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi gerakan nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. (*)