Riau Tambah Helikopter Water Bombing dari Australia

Pemerintah memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dengan menambah satu unit helikopter water bombing. Armada yang sedang dalam perjalanan dari Australia itu diharapkan mempercepat pemadaman titik api saat musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah.

Riau Tambah Helikopter Water Bombing dari Australia
Petugas memuat garam ke dalam pesawat dalam Operasi Modifikasi Cuaca guna mengatasi Kathutla di Riau beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, helikopter water bombing bakal didatangkan untuk membantu penanganan Karhutla di Riau. (Sumber: BPBD Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Riau akan menerima tambahan satu unit helikopter water bombing yang sedang dikirim dari Australia untuk memperkuat penanganan karhutla.
  • Salah satu helikopter water bombing milik Riau saat ini masih diperbantukan ke Aceh untuk membantu operasi pemadaman kebakaran.
  • BPBD mengingatkan masyarakat dan perusahaan agar meningkatkan kewaspadaan karena sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan dan berpotensi terjadi karhutla.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan menambah satu unit helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman dari udara di wilayah rawan kebakaran.

Penambahan armada tersebut dilakukan seiring meningkatnya kewaspadaan memasuki musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah daerah di Riau.

Kehadiran helikopter tambahan diharapkan mampu mempercepat penanganan titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mengatakan saat ini terdapat dua helikopter yang disiagakan untuk penanganan karhutla, terdiri atas satu helikopter water bombing dan satu helikopter patroli.

Namun, salah satu armada water bombing yang sebelumnya bertugas di Riau untuk sementara diperbantukan ke Provinsi Aceh guna mendukung penanganan kebakaran di daerah tersebut.

“Untuk saat ini satu helikopter water bombing sedang diperbantukan ke Aceh. Nanti setelah tugasnya selesai akan kembali lagi ke Riau,” kata Edy Afrizal, Rabu (3/6/2026).

Meski satu armada sedang bertugas di luar daerah, dukungan udara untuk Riau tetap ditingkatkan. BPBD memastikan satu unit helikopter water bombing baru segera bergabung dalam operasi penanggulangan karhutla.

Menurut Edy, helikopter tambahan tersebut saat ini masih dalam proses mobilisasi dari Australia menuju Indonesia.

“Kita akan mendapat tambahan satu helikopter water bombing lagi. Saat ini masih dalam perjalanan dari Australia menuju Indonesia,” ujarnya.

Dengan tambahan armada tersebut, kapasitas pemadaman udara diharapkan semakin optimal sehingga respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.

Selain memperkuat sarana pemadaman, pemerintah juga terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui patroli udara dan pemantauan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla.

BPBD Riau mencatat kondisi cuaca saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda musim kemarau.

Curah hujan yang tidak merata menyebabkan beberapa daerah masih diguyur hujan, sementara wilayah lainnya mulai mengalami kekeringan.

“Ada beberapa daerah yang masih turun hujan, namun ada juga wilayah yang mulai kering sehingga lahannya mudah terbakar. Ini yang harus diwaspadai bersama,” kata Edy.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran.

BPBD juga mengingatkan agar aktivitas di kawasan terbuka dilakukan secara hati-hati untuk mencegah munculnya sumber api.

“Masyarakat jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan pastikan api benar-benar padam setelah beraktivitas di lahan atau kawasan terbuka,” tegasnya.

Tak hanya masyarakat, perusahaan yang memiliki wilayah konsesi juga diminta memperketat patroli dan pengawasan di lapangan.

Penanganan dini terhadap titik api dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

“Kalau ada titik api kecil segera dipadamkan. Jangan menunggu api membesar karena penanganannya akan jauh lebih sulit dan membutuhkan banyak sumber daya,” tutup Edy.

Langkah penguatan armada udara dan patroli lapangan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meminimalkan risiko karhutla selama musim kemarau, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Riau. (*)