Direktur PNFI Ajak Masyarakat Ciptakan Konten Digital untuk Paket A, B, dan C
Direktorat PNFI Kemendikdasmen membuka kolaborasi nasional untuk pengembangan konten pembelajaran digital interaktif bagi pendidikan kesetaraan. Sebanyak 135 konten terbaik untuk Program Paket A, B, dan C akan dipilih guna memperkaya sumber belajar digital yang relevan dengan kebutuhan warga belajar.
RINGKASAN BERITA:
- Direktorat PNFI membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membuat konten digital pembelajaran bagi Program Paket A, B, dan C.
- Sebanyak 135 konten terbaik akan dipilih untuk memperkaya sumber belajar digital pendidikan kesetaraan.
- Konten yang dikembangkan difokuskan pada pemberdayaan dan keterampilan agar lebih relevan dengan kebutuhan warga belajar.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak masyarakat luas berpartisipasi dalam penyusunan konten pembelajaran digital interaktif untuk pendidikan kesetaraan.
Program ini ditujukan untuk memperkaya materi belajar bagi peserta Program Paket A, Paket B, dan Paket C dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana, mengatakan kebutuhan materi pembelajaran pendidikan kesetaraan tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah semata.
Karena itu, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menghadirkan konten yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar di berbagai daerah.
Pengembangan konten pendidikan adalah kerja bersama.
"Kami mengundang seluruh pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan karya terbaiknya agar warga belajar pendidikan kesetaraan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman," ujar Ardana dalam sosialisasi Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan, Rabu (3/6/2026).
Melalui program tersebut, Direktorat PNFI membuka kesempatan bagi tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum untuk ikut mengembangkan materi pembelajaran digital.
Fokus utama konten yang dikembangkan adalah muatan pemberdayaan dan keterampilan.
Materi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan manfaat praktis bagi warga belajar, baik dalam meningkatkan kompetensi, memperkuat kemandirian, maupun mendukung peningkatan kualitas hidup mereka.
Menurut Ardana, pendidikan kesetaraan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pendidikan formal sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas kehidupan peserta didik.
Digitalisasi dalam pendidikan kesetaraan bukan sekadar memindahkan bahan ajar dari buku ke layar gawai.
Karena, warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kebutuhan yang khas.
"Mereka membutuhkan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aplikatif, serta mampu mendukung kemandirian ekonomi dan sosial," katanya.
Untuk menjaga kualitas materi yang dihasilkan, peserta diberikan panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi acuan bersama.
Panduan tersebut dirancang agar setiap karya memiliki kualitas substansi dan teknis yang baik, aman digunakan, serta dapat terintegrasi dengan ekosistem Rumah Pendidikan.
Program ini juga menjadi bagian dari penguatan platform Rumah Pendidikan, khususnya fitur Ruang Murid, agar akses terhadap pembelajaran digital semakin merata dan inklusif bagi seluruh warga belajar di Indonesia.
Langkah tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran.
Nantinya, konten-konten yang terpilih akan memperkaya sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai media pembelajaran, termasuk melalui perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke sejumlah satuan pendidikan.
Dengan semakin banyak pilihan materi interaktif, warga belajar diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik melalui berbagai format seperti gim edukasi, simulasi virtual, dan media digital lainnya.
Direktorat PNFI menargetkan sebanyak 135 konten terbaik akan dipilih dalam program ini.
Rinciannya terdiri atas 35 konten untuk Paket A, 40 konten Paket B, dan 60 konten Paket C.
Pendaftaran karya dibuka mulai 5 hingga 26 Juni 2026. Selanjutnya, proses penilaian berlangsung pada 6 Juni sampai 7 Juli 2026, sementara pengumuman konten terpilih dijadwalkan pada 8 Juli 2026.
Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen berharap transformasi digital pendidikan nonformal tidak hanya menghadirkan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga mampu memperluas peluang warga belajar untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidup mereka. (*)