KTH Siarang Arang Ikuti Pelatihan Kompos, Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia
Sebanyak 50 anggota KTH Siarang Arang Lestari mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan. Program TJSL dari PT Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Yayasan Gambut ini bertujuan mengoptimalkan rumah kompos yang telah dibangun, mengurangi ketergantungan pupuk kimia, serta memperkuat pertanian berkelanjutan di Desa Siarang Arang.
RINGKASAN BERITA:
- 50 peserta dari KTA Siarang Arang Lestari belajar teori dan praktik pembuatan pupuk kompos berbasis limbah organik lokal.
- Rumah kompos dan bahan organik melimpah dimanfaatkan untuk mendukung usaha pertanian KUPS.
- Program CSR membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan memperkuat ekonomi hijau masyarakat.
RIAUCERDAS.COM, ROKAN HILIR - Sebanyak 50 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Siarang Arang Lestari mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos pada Rabu (25/2/2026) di Desa Siarang Arang, Kabupaten Rokan Hilir.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos. Cara itu dipakai sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik sekaligus memperkuat praktik pertanian ramah lingkungan.
KTH Siarang Arang Lestari sebelumnya telah memperoleh dukungan berupa pembangunan rumah kompos yang dilengkapi dengan tiga bak pengomposan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya lanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut agar lebih produktif dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) bidang pertanian.
Pelatihan tersebut bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina yang dilaksanakan melalui Pertamina Foundation bersama Yayasan Gambut sebagai mitra pelaksana di tingkat lapangan.
Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) sekaligus mendukung peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha pertanian berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta disuguhkan dengan materi dan praktik langsung pembuatan kompos.
Al Fajri dari Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir hadir sebagai pemateri.
Selain itu, hadir juga Karya Rizki selaku praktisi pertanian dari salah satu NGO internasional yang bergerak di bidang pendampingan petani kelapa sawit.
Kemudian, ada Ketua KUPS Pertanian KTH Siarang Arang Lestari, Mawardi. Materi pelatihan mencakup dasar ilmiah proses pengomposan, pemilihan bahan baku dan bioaktivator, serta penerapan pupuk kompos dalam sistem pertanian berkelanjutan.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan praktik lapangan sehingga mudah dipahami peserta. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab selama kegiatan berlangsung.
Haspikal selaku Sekretaris KTH Siarang Arang Lestari menilai ketersediaan bahan organik di kawasan HKm Siarang Arang sangat melimpah dan berpotensi menjadi sumber pupuk bagi kegiatan pertanian kelompok.
"Di dalam kawasan HKm ketersediaan bahan organik sangat banyak, selain seresah daun juga terdapat kotoran hewan dari peternakan sapi. Selain itu, kelompok juga telah menanam berbagai komoditas seperti ubi kayu, tebu, cabai, serai, dan tanaman lainnya yang membutuhkan pupuk," paparnya.
Sementara, Kepala Dusun sekaligus perwakilan Pemerintah Desa Siarang Arang, Sarno, menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan di wilayahnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Gambut yang telah membimbing anggota KTH dan kelompok tani di desa kami dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat," tutur Sarno.
Menurut dia, berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama Pertamina Foundation memberikan manfaat nyata karena masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara langsung.
Dia berharap, ke depan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.
"Kami berharap masyarakat Siarang Arang dapat semakin maju dan sejahtera"
Sarno, Sekretaris Desa Siarang Arang
Sementara, Program Manager Yayasan Gambut, Zamharir, menjelaskan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu mendorong kelompok untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia secara optimal serta mengintegrasikan kegiatan rumah kompos dengan usaha peternakan dan pertanian yang dijalankan masyarakat.
Kata Zamharir, melalui pelatihan ini diharapkan kelompok dapat memproduksi pupuk kompos yang berkualitas sehingga tidak bergantung pada pupuk kimia. "Sekaligus mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," tutupnya. (*)