Pelatihan Administrasi Jadi Fondasi Kemandirian KTH Siarang Arang Lestari
Program TJSL dari PT Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Yayasan Gambut kembali memperkuat kapasitas KTH Siarang Arang Lestari melalui pelatihan kelembagaan dan administrasi. Kegiatan ini bertujuan membangun sistem organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam pengelolaan kawasan Hutan Kemasyarakatan seluas ±617 hektare di Desa Siarang Arang, Kabupaten Rokan Hilir.
RINGKASAN BERITA:
- 50 peserta dari KTH Siarang Arang Lestari mendapat materi struktur organisasi, administrasi kelompok, dan laporan pertanggungjawaban.
- Tata kelola profesional dinilai penting untuk memastikan pengelolaan hutan berjalan akuntabel dan berkelanjutan.
- Administrasi yang tertib menjadi dasar pengembangan program ekonomi seperti keramba ikan, ikan salai, dan pupuk kompos.
RIAUCERDAS.COM, ROKAN HILIR - Upaya penguatan kelembagaan bagi masyarakat perhutanan sosial di Desa Siarang Arang, Kabupaten Rokan Hilir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina kembali dilakukan, Kamis (26/2/2026).
Kali ini, program ini dilakukan melalui Pertamina Foundation yang menggandeng Yayasan Gambut untuk melaksanakan kegiatan di tingkat tapak tersebut berupa pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Administrasi Kelompok Tani Hutan (KTH).
Program itu bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi dalam pengelolaan kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
KTH Siarang Arang Lestari merupakan pemegang izin pengelolaan kawasan hutan seluas ±617 hektare berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.7398/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2023.
Penguatan tata kelola kelembagaan menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan kawasan berjalan tertib administrasi serta akuntabel.
Pelatihan yang menghadirkan Azwan, S.Hut., M.Si dari KPH Bagan Siapiapi dan Riandra Hamdani, S.I.Kom tersebut diikuti 50 peserta.
Kedua narasumber berkompeten itu menyampaikan materi tentang penguatan struktur organisasi, sistem administrasi kelompok, penyusunan laporan pertanggungjawaban, serta strategi membangun kemandirian dan solidaritas anggota.
Sekretaris Desa Siarang Arang, Bagus Chadra, S.I.P mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina dan Yayasan Gambut melalui program ini.
“Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari pengembangan keramba ikan, pengolahan ikan salai, hingga pembuatan pupuk kompos, telah memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program pemberdayaan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara, Program Manager Yayasan Gambut, Zamharir, menegaskan bahwa penguatan administrasi merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan kelembagaan kelompok.
“Kelompok yang kuat bukan hanya diukur dari jumlah anggotanya, tetapi dari sistem pengelolaan yang tertata, transparan, dan akuntabel. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi tersebut,” kata dia.
Bendahara KTH Siarang Arang Lestari, Basir BG, turut menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan.
“Dukungan ini sangat berarti bagi penguatan internal kami serta peningkatan kapasitas anggota dalam menjalankan amanah pengelolaan kawasan hutan,” ujarnya.
Melalui penguatan tata kelola ini, diharapkan KTH Siarang Arang Lestari semakin mandiri dalam mengelola kawasan HKm serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berbasis pada prinsip keberlanjutan. (*)