Hari Lahir Pancasila 2026, Kesbangpol Riau Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman
Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kesbangpol Riau menilai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan sebagai fondasi menjaga keharmonisan sosial, terutama di era digital yang penuh tantangan.
RINGKASAN BERITA:
- Kesbangpol Riau mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi.
- Pancasila dinilai tetap menjadi fondasi utama pemersatu masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, dan budaya.
- DPPI Riau menekankan pengamalan nilai Pancasila dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks, peringatan Hari Lahir Pancasila dinilai semakin relevan sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengajak masyarakat menjadikan momentum 1 Juni sebagai sarana memperkuat nilai kebhinekaan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, Boby Rachmat, mengatakan Pancasila tetap menjadi perekat utama bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan adat istiadat.
Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus dipahami dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Jadi dengan momen Hari Lahir Pancasila, ini mengingatkan kita kembali bahwa semangat ada pada semboyan dari Pancasila itu Bhinneka Tunggal Ika. Kita terus edukasi masyarakat agar dapat berpegang bahwa Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa,” ujarnya dilansir Media Center Riau, Minggu (31/5/2026).
Menurut Boby, Indonesia memiliki keragaman yang sangat besar, mulai dari Aceh hingga Papua.
Dalam kondisi tersebut, Pancasila menjadi pedoman penting yang menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara tetap harmonis.
“Karena kita Indonesia ini terdiri dari berbagai suku dan adat mulai dari Aceh sampai ke Papua. Sehingga, Pancasila yang terdiri dari lima sila tersebut bisa menjadi betul-betul pedoman kita untuk berkehidupan di Indonesia, khususnya Provinsi Riau,” tutur Boby.
Ia menilai tantangan menjaga persatuan saat ini semakin besar seiring perkembangan teknologi dan media digital.
Oleh sebab itu, edukasi mengenai nilai-nilai Pancasila perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Boby menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, hingga komunitas sosial memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi dan cinta tanah air.
Senada dengan itu, Ketua Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Riau, Joshua Sihite, mengatakan implementasi nilai Pancasila dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, makna Pancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata.
“Sebenarnya kita dapat memaknai Hari Lahir Pancasila ini dengan tindakan-tindakan yang sangat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Karena dasarnya itukan terdiri dari lima sila yang menyatukan kita mengikat berbagai ideologi dari beragam suku, ras, bangsa, dan agama,” kata dia.
Joshua menjelaskan bahwa sikap saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta menjaga semangat gotong royong merupakan bentuk nyata pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadi, salah satu bentuk nyatanya adalah memperkuat toleransi, saling bergotong-royong, serta saling care atau peduli dengan sesama. Walaupun kita berbeda agama, kita ini sesama rakyat Indonesia. Semangat gotong-royong itulah esensinya,” katanya.
Ia juga menilai kehidupan masyarakat di Provinsi Riau telah mencerminkan semangat keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.
Berbagai suku hidup berdampingan secara harmonis dengan tetap menghormati adat dan budaya setempat.
“Untuk di Riau ini, mayoritas kita memang suku Melayu. Tetapi, banyak juga saudara kita dari suku lain seperti Minang, Batak, Nias, dan lainnya yang bercampur dan hidup berdampingan di sini. Kita memegang teguh peribahasa, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung," ungkap Joshua.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, dan memperkokoh kebhinekaan sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. (*)