5 Mahasiswa UIR Jalani Student Mobility di INTI Malaysia, Perkuat Pengalaman Global
Universitas Islam Riau mengirim lima mahasiswa terbaik mengikuti Program Student Mobility selama satu semester di INTI International University Malaysia. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik global dan meningkatkan kapasitas mahasiswa menghadapi tantangan internasional.
RINGKASAN BERITA:
- Lima mahasiswa UIR mengikuti Student Mobility di INTI Malaysia selama Agustus–Desember.
- Program ini memperluas wawasan akademik dan pengalaman internasional mahasiswa.
- Mahasiswa juga mengikuti seminar, cultural exchange, hingga job fair industri.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Riau (UIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam internasionalisasi pendidikan dengan mengirim lima mahasiswa terbaik mengikuti Program Student Mobility selama satu semester di INTI International University.
Kelima mahasiswa tersebut yakni Nazirah Azwa (Hubungan Internasional/FISIPOL), Aurora Anindita Amjad (Administrasi Bisnis/FISIPOL), Khairunnisa Nurul Aini Tarigan (Pendidikan Bahasa Inggris/FKIP), Syarifah Amira (Akuntansi/FEB), serta Muslim Unana Safroni (Ilmu Hukum/FH).
Program Student Mobility berlangsung selama satu semester, mulai Agustus hingga Desember.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik mahasiswa dalam konteks internasional sekaligus memperkaya perspektif keilmuan.
Dikutip dari situs UIR, Kamis (26/2/2026), Muslim Unana Safroni menyampaikan motivasinya mengikuti program tersebut untuk memperluas wawasan akademik di tingkat global.
“Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang berkembang di Negara Malaysia dan memahaminya melalui pendekatan yang diterapkan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan INTI International University Malaysia sebagai kampus tujuan didasarkan pada reputasi perguruan tinggi tersebut yang dinilai memiliki standar nasional, fasilitas modern, serta kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
Selain itu, kerja sama antara UIR dan INTI telah terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Selama berada di Malaysia, Muslim mengikuti perkuliahan reguler sebagaimana mahasiswa lainnya. Ia juga aktif mengikuti seminar dan konferensi untuk memperdalam pemahaman akademik.
Tak hanya kegiatan akademik, mahasiswa Fakultas Hukum itu turut ambil bagian dalam program pertukaran budaya (cultural exchange) yang diselenggarakan kampus, menghadirkan beragam pertunjukan budaya dari berbagai negara.
“Saya juga sempat menghadiri job fair industri yang diselenggarakan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini saya mendapatkan kualifikasi mengenai peluang karir baik di tingkat lokal maupun internasional,” tuturnya.
Menurutnya, sistem pembelajaran di INTI menerapkan pendekatan student centered learning yang memadukan metode konvensional dengan pemanfaatan teknologi industri serta pengalaman praktik langsung di dunia industri.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa UIR, khususnya dalam membentuk cara pandang dan menentukan prioritas saat menghadapi persoalan akademik yang kompleks.
Partisipasi mahasiswa Fakultas Hukum dalam program internasional ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang global serta terus meningkatkan kapasitas diri menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif. (*)