UIN Suska Riau Bidik Jadi Kampus Penyelenggara Beasiswa Nasional, Sosialisasikan BIB 2026
UIN Suska Riau Bidik Jadi Kampus Penyelenggara Beasiswa Nasional, Sosialisasikan BIB 2026
RINGKASAN BERITA:
- UIN Suska Riau menyatakan kesiapan menjadi kampus penyelenggara program beasiswa nasional.
- Beasiswa Indonesia Bangkit membuka peluang studi S1, S2, hingga S3 bagi mahasiswa dan dosen berprestasi.
- Program MoRA ARIF memungkinkan pendanaan pembelian aset penelitian untuk kampus.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mulai membidik peran baru sebagai kampus penyelenggara program beasiswa nasional di bawah Kementerian Agama (Kemenag).
Langkah tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan program pembiayaan pendidikan lainnya yang digelar di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau, Jumat (29/5/2026).
Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, menyebut kampusnya telah memiliki sejumlah program studi berakreditasi unggul pada jenjang S1, S2 hingga S3 yang menjadi salah satu syarat utama untuk menjadi kampus penyelenggara beasiswa.
Selain itu, UIN Suska Riau juga tengah menjajaki berbagai kerja sama seperti program double degree hingga pelatihan bahasa dan sertifikasi TOEFL bagi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Leny Nofianti menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memanfaatkan peluang beasiswa yang tersedia.
“Hari ini adalah hari yang sangat penting karena kita harus menangkap beberapa peluang yang kiranya kesempatan-kesempatan ini jika kita tidak manfaatkan, maka kita akan dilewatkan begitu saja,” ujar Rektor di hadapan peserta.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Rektor I Prof. Raihani, Wakil Rektor II Dr. Alex Wenda, Wakil Rektor III Dr. Haris Simaremare, Kepala Biro AUPK Dr. A Munir, para dekan, wakil dekan, ketua program studi, dosen, serta mahasiswa calon penerima beasiswa.
Dalam pemaparannya, Rektor menjelaskan bahwa Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) diperuntukkan bagi individu berprestasi tanpa menjadikan kondisi ekonomi sebagai syarat utama penerimaan.
Program tersebut membuka peluang pembiayaan pendidikan lanjutan mulai jenjang S1, S2 hingga S3 bagi mahasiswa maupun dosen berprestasi.
Menurutnya, skema BIB berbeda dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang memang diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
Untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai program beasiswa dan pembiayaan pendidikan keagamaan, UIN Suska Riau menghadirkan dua narasumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Mereka adalah Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Dr. Ruchman Basori, serta Auditor Puspenma sekaligus tim MoRA E-Fun, Hendro Dwi Antoro.
Selain membahas beasiswa pendidikan, kegiatan sosialisasi juga mengulas peluang pendanaan riset melalui program MoRA Academic Research and Innovation Funding (MoRA ARIF).
Rektor menjelaskan bahwa skema MoRA ARIF memiliki perbedaan dengan Bantuan Operasional Penelitian (Litapdimas).
Jika Litapdimas lebih berfokus pada biaya habis pakai, maka MoRA ARIF memungkinkan penggunaan dana untuk pembelian aset atau belanja modal penelitian.
Aset tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan fasilitas riset di lingkungan kampus. (*)