Program Aksara Mahasiswa: Hadirkan Solusi Berbasis Riset untuk Masyarakat

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong mahasiswa berkontribusi langsung menyelesaikan persoalan masyarakat melalui Program Aksara Mahasiswa yang menghubungkan inovasi kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan

Program Aksara Mahasiswa: Hadirkan Solusi Berbasis Riset untuk Masyarakat
Foto bersama saat Kemdiktisaintek meluncurkan Program Aksara Mahasiswa untuk mendorong mahasiswa menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat. (Sumber: Kemdiktisaintek)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemdiktisaintek meluncurkan Program Aksara Mahasiswa untuk mendorong mahasiswa menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
  • Program memiliki dua skema utama, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular, yang menyasar persoalan sosial hingga pengelolaan sampah.
  • Mahasiswa didorong membawa persoalan yang ditemukan di lapangan menjadi bahan riset, inovasi, tugas akhir, dan kewirausahaan di perguruan tinggi.

RIAUCERDAS.COM, BANDUNG - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadirkan Program Aksara Mahasiswa.

Program ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Program tersebut juga dirancang agar pengalaman mahasiswa di lapangan menjadi bagian dari pengembangan riset dan pembelajaran di perguruan tinggi.

Program itu disosialisasikan dalam kegiatan Mahasiswa Berdampak: Program Aksara Mahasiswa di Universitas Islam Bandung (Unisba), Sabtu (1/8/2026), yang diikuti sekitar 300 dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mengatakan mahasiswa perlu hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan yang dihadapi sebelum merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Mahasiswa menjadi jembatan yang membawa inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi kepada masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan nyata," terang Fauzan.

Menurutnya, melalui Program Aksara Mahasiswa, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan hasil riset dan inovasi kampus kepada masyarakat, tetapi juga membawa berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan kembali ke lingkungan akademik untuk dikaji dan dikembangkan menjadi solusi yang lebih tepat.

Skema tersebut diharapkan menciptakan hubungan timbal balik antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi, sementara masyarakat memberikan pengalaman nyata yang dapat memperkaya proses pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan.

Fauzan menambahkan, berbagai persoalan yang ditemukan mahasiswa selama menjalankan program dapat dikembangkan menjadi penelitian, tugas akhir, inovasi, hingga kegiatan kewirausahaan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Program Aksara Mahasiswa terdiri atas dua skema, yakni Aksara Peduli dan Aksara Sirkular.

Aksara Peduli difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan seperti wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), stunting, kemiskinan ekstrem, serta kawasan rawan bencana. 

Sementara itu, Aksara Sirkular diarahkan pada pengelolaan sampah melalui pendekatan transformasi sosial berbasis masyarakat.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana, mengatakan program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa agar mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

"Tidak salah jika Kemdiktisaintek hadir memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai potensi tersebut menjadi sesuatu yang memberikan dampak nyata di tengah masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, menilai Program Aksara Mahasiswa dapat memperluas partisipasi perguruan tinggi dalam mendukung Program Mahasiswa Berdampak.

Ia berharap perguruan tinggi mendorong mahasiswa menyusun program yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

Rektor Universitas Islam Bandung, Harits Numan, juga menyambut baik pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap Aksara Mahasiswa mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya peduli terhadap persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat.

"Mudah-mudahan melalui program ini lahir para inovator muda dari kalangan mahasiswa," terang Harits. (*)