Tantangan Literasi Jadi Sorotan, Sekolah di Manado Perkuat Persiapan TKA dengan Strategi Intensif

Sekolah-sekolah di Manado memperkuat literasi dan numerasi sebagai kunci menghadapi TKA. Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengapresiasi kesiapan sekolah dan mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Tantangan Literasi Jadi Sorotan, Sekolah di Manado Perkuat Persiapan TKA dengan Strategi Intensif
Siswa SD di Manado tengah belajar menghadapi TKA. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Literasi membaca jadi tantangan utama siswa dalam menghadapi TKA
  • Sekolah di Manado lakukan pengayaan, tryout rutin, dan tambahan belajar
  • Wamendikdasmen dorong pemanfaatan papan digital IFP untuk pembelajaran.

RIAUCERDAS.COM, MANADO - Penguatan kemampuan literasi menjadi fokus utama sejumlah sekolah dasar di Kota Manado dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kemampuan membaca dan memahami soal dinilai masih menjadi tantangan yang dihadapi murid, terutama pada bentuk soal yang lebih kompleks.

Guru kelas V SD Negeri 11 Manado, Fonny Jacob, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan kesiapan siswa.

Upaya tersebut meliputi pengayaan materi literasi dan numerasi, serta pembahasan soal-soal berbasis Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan tryout.

“Persiapan dilakukan melalui pengayaan soal literasi dan numerasi, serta pembahasan soal-soal yang dianggap sulit. Kami juga menghadirkan narasumber untuk membantu murid memahami tipe soal yang lebih kompleks,” ujarnya saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat.

Fonny menjelaskan, salah satu kendala utama yang dihadapi siswa adalah adaptasi terhadap soal pilihan ganda kompleks yang membutuhkan lebih dari satu jawaban.

Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah melakukan pembahasan bertahap agar siswa semakin terbiasa.

Selain itu, penguatan kemampuan membaca terus ditingkatkan sebagai fondasi utama.

“Kemampuan membaca, memahami, dan mencermati teks masih perlu ditingkatkan. Kami lakukan pendampingan intensif agar murid dapat menjawab soal dengan lebih baik,” tambahnya.

Hal serupa juga dilakukan di SD Negeri 06 Manado. Kepala sekolah, Meylani, menyebutkan bahwa persiapan TKA telah dilakukan secara sistematis sejak awal tahun, mulai dari pembentukan panitia hingga penyusunan program pembelajaran.

Sekolah juga melibatkan orang tua melalui sosialisasi guna mendukung kesiapan siswa.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa, sekolah menggelar tambahan belajar tiga kali seminggu serta tryout rutin, baik di tingkat sekolah, kecamatan, hingga kota. Sebanyak 81 siswa tercatat mengikuti TKA di sekolah tersebut.

“Awalnya murid kurang percaya diri, tetapi melalui motivasi dan program pembelajaran tambahan, kini mereka lebih siap,” ujar Meylani.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 11 Manado, Femmy Theresia, menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam menjaga kesiapan mental siswa.

Ia menyebutkan bahwa pendekatan tersebut membantu siswa lebih tenang dan percaya diri saat menghadapi ujian.

“Kami tekankan kepada anak-anak untuk menjalani TKA dengan jujur, gembira, dan tanpa stres. Namun, kemampuan literasi tetap perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengapresiasi kesiapan sekolah dalam menghadapi TKA.

Ia juga menyempatkan berdialog langsung dengan siswa untuk memberikan motivasi.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik, persiapan sudah dilakukan dengan tertib. Anak-anak tampak siap, mudah-mudahan hasilnya juga baik,” ujarnya.

Atip turut mendorong pemanfaatan teknologi pembelajaran, seperti Interactive Flat Panel (IFP), guna meningkatkan minat belajar siswa.

Menurutnya, digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara merata.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan pelaksanaan TKA dapat berjalan optimal sekaligus meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara berkelanjutan. (*)