Sekolah Ambruk di Bangkalan Direvitalisasi, Mendikdasmen Target Rampung Oktober 2026
SD Negeri Kajuanak 4 Bangkalan yang sempat ambruk akan direvitalisasi oleh pemerintah pada 2026. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menargetkan pembangunan selesai dalam 4–6 bulan agar siswa kembali belajar di sekolah layak.
RINGKASAN BERITA:
- Sekolah ambruk di Bangkalan akan dibangun kembali dan ditargetkan selesai Oktober 2026
- Siswa tetap belajar di rumah warga, bahkan ikut TKA di tengah keterbatasan
- Pembangunan dilakukan swakelola dengan melibatkan masyarakat desa.
RIAUCERDAS.COM, BANGKALAN - Harapan baru menyelimuti SD Negeri Kajuanak 4 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, setelah pemerintah memastikan sekolah yang sempat ambruk itu akan direvitalisasi pada 2026.
Kepastian tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, Kamis (1/5/2026).
Sekolah yang berada di wilayah pelosok ini sebelumnya mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi layak digunakan.
Selama masa tersebut, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan di rumah warga.
Meski dalam keterbatasan, semangat belajar siswa tetap terjaga, bahkan 14 siswa kelas VI tetap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di perpustakaan.
Kepala SD Negeri Kajuanak 4, Ningsih, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah.
“Terima kasih Bapak sudah hadir ke lembaga kami. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kami semua agar bisa menjadi guru yang dibanggakan,” ujarnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan, terutama di daerah terpencil, menjadi prioritas pemerintah.
“Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan terbaik melalui pembangunan sarana dan prasarana,” tegasnya.
Program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi dua ruang kelas, pembangunan dua ruang kelas baru, satu ruang administrasi, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang UKS.
Pemerintah juga mendorong pelaksanaan pembangunan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat agar turut membuka lapangan kerja.
Abdul Mu’ti memperkirakan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu empat hingga enam bulan.
Dengan demikian, pada Oktober 2026 para siswa diharapkan sudah dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang aman dan layak.
“Satu minggu setelah bimbingan teknis di Jakarta untuk kepala sekolah, insya Allah dana akan cair dan pembangunan mulai berjalan. Saya mengajak masyarakat tetap bergotong royong agar prosesnya lebih cepat,” tambahnya.
Di akhir kunjungan, Mendikdasmen juga mengapresiasi warga desa yang telah menyediakan rumah mereka sebagai ruang belajar sementara.
Pemerintah turut menyalurkan bantuan operasional untuk mendukung kegiatan sekolah selama masa transisi.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendorong tumbuhnya generasi yang unggul di masa depan. (*)