TKA 2026 Ditekankan Jadi Ajang Kejujuran

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya kejujuran dalam pelaksanaan TKA saat meninjau kesiapan siswa SD di Wonogiri menjelang ujian 20 April 2026.

TKA 2026 Ditekankan Jadi Ajang Kejujuran
Siswa di SD Kanisius Wonogiri, Jawa Tengah yang tengah bersiap melakukan Tes Kemampuan Akademik. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Wamen tekankan kejujuran lebih penting daripada nilai tinggi dalam TKA.
  • Soal TKA berbasis logika dan cerita, bukan sekadar hafalan.
  • Siswa dan sekolah di Wonogiri telah melakukan persiapan matang jelang ujian.

RIAUCERDAS.COM, WONOGIRI - Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD pada 20 April 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya nilai kejujuran sebagai fondasi utama dalam asesmen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau kesiapan siswa di SD Kanisius Wonogiri, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Fajar menyoroti bahwa TKA bukan sekadar pengukuran akademik, tetapi juga cerminan karakter siswa, khususnya dalam hal kejujuran dan kepercayaan diri.

“Hadapi TKA dengan jujur dan benar. Nilai walau tidak sempurna namun didapatkan dengan cara yang jujur itu lebih berharga. Yang nilainya 100 tetapi hasil menyontek, itu tidak ada artinya”, tegasnya di hadapan siswa kelas VI, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa TKA dirancang dengan pendekatan soal berbasis logika dan cerita, sehingga siswa tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi mampu memahami konteks permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SD Kanisius Wonogiri, Eliut Nina, memastikan seluruh 26 siswa kelas VI siap mengikuti ujian dengan berbagai persiapan, mulai dari tambahan jam belajar hingga pemanfaatan laboratorium TIK agar terbiasa dengan sistem berbasis komputer.

Menurutnya, selain kesiapan akademik, integritas dalam pelaksanaan ujian juga menjadi perhatian utama pihak sekolah.

Guru kelas VI, Danang Prasetyo Wibowo, menyebut adanya perubahan pendekatan pembelajaran yang kini lebih menekankan pada pemahaman instruksi soal, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.

Ia menilai kemampuan berpikir logis menjadi kunci, sehingga siswa tidak perlu bergantung pada perhitungan manual yang berlebihan untuk mencapai hasil optimal, terlebih nilai TKA akan menjadi salah satu pertimbangan dalam jalur prestasi ke jenjang berikutnya.

Dari sisi siswa, kesiapan juga terlihat cukup matang. Lintang mengaku telah mempersiapkan diri hingga 90 persen melalui belajar mandiri dan memanfaatkan berbagai sumber literasi digital.

Sementara itu, Igo menyatakan rutin berlatih soal dan mempelajari buku pelajaran sebagai bekal menghadapi ujian.

“Ayo teman-teman di seluruh Indonesia tetap semangat dan terus belajar menyongsong pelaksanaan TKA,” pesan keduanya.

Selain aspek akademik, Wamen Fajar juga memastikan program pendukung seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal untuk menjaga kondisi fisik siswa selama masa persiapan.

Kunjungan tersebut juga diisi dengan sosialisasi anti perundungan melalui kegiatan menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman”, sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan TKA tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu membentuk generasi yang jujur, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan pendidikan ke depan. (*)