Dosen UIN Suska Riau Jadi Khatib Idul Adha di KBRI Malaysia

Dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Suska Riau, Dr. Saidul Amin, dipercaya menjadi khatib Salat Iduladha 1447 Hijriah di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam khutbahnya, ia mengangkat nilai-nilai falsafah kurban dan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS sebagai fondasi membangun bangsa yang adil dan sejahtera.

Dosen UIN Suska Riau Jadi Khatib Idul Adha di KBRI Malaysia
Dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau menjadi khatib saat salat Iduladha 1447 Hijriah di KBRI Malaysia. (Sumber: UIN Suska)

RINGKASAN BERITA: 

  • Dosen UIN Suska Riau dipercaya menjadi khatib Salat Iduladha 1447 H di KBRI Kuala Lumpur.
  • Khutbah mengangkat keteladanan keluarga Nabi Ibrahim sebagai model hubungan ideal antara pemimpin, perempuan, dan rakyat.
  • Perayaan Idul Adha menjadi sarana memperkuat persatuan serta solidaritas diaspora Indonesia yang tinggal di Malaysia.

RIAUCERDAS.COM, KUALA LUMPUR - Momentum Salat Iduladha 1447 Hijriah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menjadi ajang penyampaian pesan kebangsaan dan kepemimpinan melalui perspektif nilai-nilai kurban. 

Pesan tersebut disampaikan oleh dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Saidul Amin, MA, yang dipercaya sebagai khatib dalam pelaksanaan salat hari raya tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sultan Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur pada Rabu (2/5/2026) itu dihadiri ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Malaysia.

Selain menjadi sarana ibadah, perayaan Iduladha tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang mempererat hubungan antarsesama diaspora Indonesia di negeri jiran.

Sebelum pelaksanaan salat dimulai, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascaryo Kusumo, menyampaikan sambutan kepada para jamaah.

Dalam pesannya, ia mengajak seluruh warga Indonesia yang berada di Malaysia untuk terus menjaga kehormatan bangsa dan negara selama menjalani aktivitas di luar tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI didampingi sejumlah pejabat KBRI, termasuk Atase Pendidikan dan Kebudayaan, R. Ahmad Ramadhoni Surya Putra.

Pada khutbahnya, Dr. Saidul Amin mengangkat tema “Menanamkan Nilai-Nilai Falsafah Qurban dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”.

Melalui tema tersebut, ia mengajak jamaah memahami makna kurban tidak hanya dalam konteks ibadah, tetapi juga sebagai pelajaran sosial dan kebangsaan.

Menurutnya, keluarga Nabi Ibrahim AS dapat dijadikan teladan dalam membangun kehidupan masyarakat dan negara yang harmonis.

Ia menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail merepresentasikan hubungan ideal antara pemimpin, perempuan, dan rakyat dalam sebuah tatanan sosial.

Dalam pemaparannya, Saidul Amin menegaskan bahwa kesejahteraan bangsa akan terwujud apabila seluruh elemen tersebut menjalankan perannya secara seimbang.

Pemimpin harus mampu menghadirkan keteladanan moral, perempuan memperoleh penghormatan dan ruang yang layak, serta hak-hak masyarakat kecil mendapat perlindungan yang adil.

Ia menilai nilai-nilai yang tercermin dalam keluarga Nabi Ibrahim tetap relevan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.

Keteladanan tersebut dinilai mampu menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan negara yang sejahtera.

Partisipasi Dr. Saidul Amin sebagai khatib pada perayaan Iduladha tingkat internasional itu sekaligus menjadi kontribusi UIN Sultan Syarif Kasim Riau dalam forum keagamaan yang melibatkan diaspora Indonesia di luar negeri. (*)