Unri Jadi Rujukan Pengelolaan Mahasiswa Asing
Politeknik Caltex Riau melakukan benchmarking ke Universitas Riau untuk mempelajari sistem penerimaan dan pengelolaan mahasiswa asing.
RINGKASAN BERITA:
- Unri jadi rujukan pengelolaan mahasiswa asing bagi PCR
- Fokus pada sistem penerimaan, regulasi, dan layanan mahasiswa internasional
- Kolaborasi kampus diperkuat untuk dorong internasionalisasi pendidikan.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Universitas Riau menjadi rujukan dalam pengelolaan mahasiswa asing setelah menerima kunjungan benchmarking dari Politeknik Caltex Riau (PCR).
Kegiatan ini menyoroti pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi tuntutan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Kunto Darussalam, Gedung Rektorat Unri, Rabu (15/5/2026).
Dilansir dari laman Unri, Kamis (16/4/2026 disampaikan bahwa rombongan PCR dipimpin oleh Gita Nataria bersama tim, dengan tujuan memperdalam pemahaman terkait sistem penerimaan dan pengelolaan mahasiswa internasional.
Dalam sambutannya, pihak Unri yang diwakili Kepala Bagian Akademik, Afrizal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Ia menilai kegiatan benchmarking ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik, khususnya dalam pengelolaan mahasiswa asing.
Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan globalisasi pendidikan, termasuk dalam mendorong internasionalisasi kampus di Indonesia.
Sementara itu, Gita Nataria menyebutkan bahwa kunjungan ini menjadi sarana strategis untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, terutama dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan pengelolaan mahasiswa asing di perguruan tinggi.
Materi terkait kerja sama internasional dan pengelolaan mahasiswa asing dipaparkan oleh Zulfarina.
Pemaparan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari prosedur penerimaan, proses akademik, hingga layanan administrasi bagi mahasiswa internasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang membahas sejumlah isu strategis, seperti regulasi, pengurusan izin, serta mekanisme layanan bagi mahasiswa asing.
Melalui benchmarking ini, kedua institusi diharapkan dapat saling bertukar praktik terbaik sekaligus memperkuat kerja sama kelembagaan guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. (*)


