Koperasi Dorong STIT Muhammadiyah Batam Naik Status Jadi Institut saat Wisuda 2026

Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang juga Koordinator Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri mendorong STIT Internasional Muhammadiyah Batam untuk bertransformasi menjadi institut. Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri wisuda tahun 2026, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi dan penguatan karakter lulusan di era modern.

Koperasi Dorong STIT Muhammadiyah Batam Naik Status Jadi Institut saat Wisuda 2026
Koordinator Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri, Prof Dr Leny Nofianti mendorong STIT Internasional Muhammadiyah Batam untuk bertransformasi menjadi institut, Minggu (31/5/2026). (Sumber: UIN Suska)

RINGKASAN BERITA: 

  • Rektor UIN Suska Riau mendorong STIT Internasional Muhammadiyah Batam bertransformasi menjadi institut.
  • Konsep kolaborasi menjadi sorotan utama dengan pesan bahwa perguruan tinggi harus maju bersama, bukan saling bersaing.
  • Wisudawan diingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan IQ, tetapi juga kecerdasan emosional, spiritual, dan ridha orang tua

RIAUCERDAS.COM, BATAM - Transformasi kelembagaan menjadi institut menjadi salah satu harapan yang mengemuka dalam prosesi wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Internasional Muhammadiyah Batam Tahun 2026.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Prof Dr Leny Nofianti, Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang hadir sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah XII Riau dan Kepulauan Riau.

Wisuda yang berlangsung di Auditorium Hotel Nagoya Hill, Batam, Minggu (31/5/2026), dihadiri sejumlah tokoh dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga pimpinan Muhammadiyah.

Momentum tersebut menjadi penanda keberhasilan para mahasiswa yang telah menuntaskan pendidikan tinggi sekaligus ajang memperkuat sinergi antarperguruan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Dalam orasi ilmiahnya, Rektor UIN Suska Riau menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus membangun kemitraan untuk berkembang bersama.

“Zamannya bukan lagi kita menjadi superman atau superwoman, melainkan kita adalah super team. Kita harus berkolaborasi, bukan menganggap satu sama lain sebagai pesaing, tapi maju bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Kopertais Wilayah XII saat ini membina 44 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

Karena itu, penguatan kualitas akademik dan kelembagaan menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi Islam di kawasan tersebut.

Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan STIT Internasional Muhammadiyah Batam, termasuk pembukaan program studi baru di bidang keagamaan dan psikologi Islam.

Selain itu, ia mendorong kampus tersebut untuk segera meningkatkan status kelembagaan menjadi institut.

Sementara itu, Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam, Arifuddin Jalil, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan.

Ia menegaskan komitmen kampus untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang kuat.

Menurutnya, gelar sarjana yang diperoleh para lulusan merupakan awal dari pengabdian di tengah masyarakat.

Karena itu, pengembangan institusi terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kontribusi kampus bagi masyarakat.

Dalam arahannya kepada dosen dan tenaga pendidik, Koordinator Kopertais XII menekankan bahwa peran dosen tidak terbatas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter mahasiswa.

Integrasi ilmu pengetahuan, nilai moral, logika, dan keimanan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.

Ia menilai kesuksesan lulusan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan mengelola emosi, membangun komunikasi, bekerja dalam tim, dan memiliki ketahanan menghadapi berbagai tantangan.

Menjelang akhir sambutannya, ia menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan agar selalu menghargai perjuangan orang tua yang telah mendukung proses pendidikan mereka hingga meraih gelar sarjana.

“Tidak akan ada keberhasilan tanpa doa dan ridha dari orang tua,” pesannya.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, DPRD Kepulauan Riau, Kementerian Agama RI, pimpinan Muhammadiyah, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan luas terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam di wilayah Kepulauan Riau.

Melalui wisuda ini, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas, semangat pengabdian, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang. (*)