Matangkan Kurikulum, UIN Suska Riau Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran
UIN Suska Riau menggelar workshop intensif selama lima hari untuk memfinalisasi seluruh dokumen dan kurikulum pendirian Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pembentukan Fakultas Kedokteran yang ditargetkan siap menerima mahasiswa baru dalam waktu dekat.
RINGKASAN BERITA:
- UIN Suska Riau menggelar workshop lima hari untuk memfinalisasi seluruh dokumen pembukaan Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter.
- Kampus menargetkan lahirnya dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki karakter dan nilai keislaman yang kuat.
- Proses persiapan didampingi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta melibatkan sejumlah pakar kedokteran dan perwakilan LLDIKTI.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menghadirkan Fakultas Kedokteran memasuki tahap penting.
Kampus tersebut menggelar workshop selama lima hari guna menyempurnakan berbagai dokumen akademik dan administrasi sebagai syarat pembukaan Program Studi Kedokteran serta Program Studi Profesi Dokter Tahun 2026.
Kegiatan bertajuk Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Review, dan Finalisasi Borang serta Dokumen Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter itu berlangsung mulai 22 hingga 26 Juni 2026.
Workshop tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan UIN Suska Riau dalam memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan regulator sebelum mengajukan pembukaan fakultas dan program studi baru di bidang kedokteran.
Agenda pembukaan dihadiri berbagai unsur pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, pimpinan biro, Ketua Senat Universitas, dekan dan wakil dekan fakultas, hingga tim teknis yang terlibat dalam proses pendirian fakultas kedokteran.
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UIN Suska Riau, Dr. Arsyadi Ali, menjelaskan workshop difokuskan untuk meninjau kembali sekaligus menyelaraskan seluruh instrumen yang menjadi syarat pengajuan program studi.
Menurutnya, tim akan bekerja menyempurnakan dokumen studi kelayakan, naskah akademik, kurikulum, hingga Rencana Pembelajaran Semester (RPS) agar sesuai dengan standar yang ditetapkan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan pemerintah.
Workshop dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Suska Riau, Prof. H. Raihani, M.Ed., Ph.D., yang mewakili Rektor UIN Suska Riau.
Dalam sambutannya, Raihani menyebut pendirian Program Studi Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter merupakan bagian dari transformasi kelembagaan kampus yang akan memperluas kontribusi UIN Suska Riau dalam bidang pendidikan kesehatan.
“Tantangan ke depan bukan hanya mencetak dokter yang unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter serta nilai-nilai keislaman yang kuat,” kata dia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang selama ini berperan sebagai universitas pembina dalam mendampingi proses persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran di UIN Suska Riau.
Untuk memastikan kualitas dokumen yang disusun, workshop menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kedokteran dari berbagai institusi.
Pada hari pertama, peserta melakukan pembahasan dan sinkronisasi dokumen studi kelayakan serta naskah akademik yang dipandu oleh Dr. dr. Nurlaili Susanti, M.Biomed.
Sementara itu, dr. Putri Wulan Akbar, M.KedTrop., Sp.PK., memberikan materi terkait penyusunan RPS, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi pada tahap pendidikan profesi dokter.
Memasuki hari ketiga dan keempat, fokus kegiatan beralih pada penyusunan RPS tahap sarjana kedokteran yang didampingi oleh Yossi Indra Kusuma, S.Ked., M.Med.Ed.
Pada hari terakhir, pembahasan diarahkan pada aspek sumber daya manusia, kesiapan operasional program studi, hingga regulasi yang harus dipenuhi sebelum pengajuan dilakukan.
Materi terkait pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan sumber daya manusia disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. dr. TB. Odih Rhomdani Wahid, Sp.BA., SubSp.Dig(K), MKM, FISQua.
Selanjutnya, kesiapan program studi ditinjau oleh Prof. Dr. dr. Dedi Afandi, DFM., SpFM., Subsp.EM(K), MM, MARS, MH, sedangkan perspektif kelayakan eksternal dipaparkan oleh perwakilan LLDIKTI, Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan monitoring dan evaluasi kesiapan institusi serta pembahasan teknis terkait proses pengajuan borang ke sistem kementerian.
Melalui workshop komprehensif tersebut, UIN Suska Riau optimistis seluruh persyaratan dapat segera dipenuhi sehingga proses pembukaan Fakultas Kedokteran dan Program Studi Profesi Dokter dapat berjalan sesuai target.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, kehadiran Fakultas Kedokteran UIN Suska Riau diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendidikan tenaga kesehatan di Provinsi Riau sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor kesehatan. (*)