KPU Riau Luncurkan Sekolah Pemilu Hijau 2026, Mahasiswa Dibekali Demokrasi dan Kepedulian Lingkungan

KPU Provinsi Riau resmi meluncurkan Sekolah Pemilu Hijau 2026 sebagai inovasi pendidikan pemilih bagi mahasiswa. Program ini memadukan pembelajaran demokrasi, kepemiluan, dan pelestarian lingkungan melalui 16 sesi yang bertujuan mencetak agen perubahan berwawasan lingkungan.

KPU Riau Luncurkan Sekolah Pemilu Hijau 2026, Mahasiswa Dibekali Demokrasi dan Kepedulian Lingkungan
Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan peserta Sekolah Pemilu Hijau, Kamis (6/7/2026). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • KPU Riau meluncurkan Sekolah Pemilu Hijau dengan 16 sesi pembelajaran yang menggabungkan pendidikan demokrasi dan kepedulian lingkungan.
  • Kapolda Riau Herry Heryawan menegaskan Green Election dan Green Policing memiliki tujuan bersama untuk mewujudkan tata kelola yang berintegritas dan berkelanjutan.
  • Peluncuran program ditandai dengan penyerahan bibit pohon sebagai simbol integrasi pendidikan pemilih dengan aksi pelestarian lingkungan.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau resmi meluncurkan Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) Tahun 2026 sebagai inovasi pendidikan pemilih yang menggabungkan pembelajaran demokrasi dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Program yang menyasar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau ini diharapkan melahirkan generasi muda yang memahami kepemiluan sekaligus berperan dalam mewujudkan pemilu berkelanjutan.

Peluncuran Sekolah Pemilu Hijau digelar secara luring dan daring di Kantor KPU Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan dibuka secara virtual oleh Anggota KPU RI sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, August Mellaz, mewakili Ketua KPU RI.

Secara langsung, kegiatan dihadiri pejabat manajerial dan fungsional KPU Provinsi Riau serta perwakilan instansi pemerintah dan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan maupun lingkungan hidup.

Sementara secara daring, peluncuran diikuti ketua KPU kabupaten/kota, sekretaris, dan Kepala Subbagian Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia se-Provinsi Riau. Acara juga disiarkan melalui media sosial KPU Provinsi Riau.

Program tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Pemilu dan Demokrasi yang sebelumnya telah dijalankan KPU Provinsi Riau.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti 16 sesi pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan, sekaligus menanamkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari penyelenggaraan pemilu yang berkelanjutan.

Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan, mengatakan Sekolah Pemilu Hijau menjadi terobosan dalam pendidikan pemilih yang tidak hanya menanamkan nilai demokrasi, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan.

"Melalui Sekolah Pemilu Hijau, kami berharap lahir agen-agen perubahan yang tidak hanya memahami demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas," terang Rusidi, dikutip Jumat (7/8/2026).

Dalam peluncuran tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan hadir sebagai pembicara kunci dengan materi bertajuk "Membumikan Gagasan Green Policing dan Pemilu Hijau di Indonesia".

Ia menjelaskan Green Policing merupakan pendekatan kepolisian yang mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan melalui perubahan pola pikir, kebiasaan, dan budaya yang ramah lingkungan.

Menurut Herry, Green Election dan Green Policing memiliki arah yang sama, yakni membangun tata kelola yang berintegritas dan berkelanjutan melalui sinergi berbagai pihak.

"Green Election dan Green Policing memiliki tujuan yang sama. Penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan Green Election yang berkelanjutan," ungkap Kapolda.

Anggota KPU RI August Mellaz turut mengapresiasi inisiatif KPU Provinsi Riau dalam menghadirkan Sekolah Pemilu Hijau.

Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pemilih dapat dipadukan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

"Program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan pemilih dapat dipadukan dengan upaya pelestarian lingkungan," kata dia.

August juga mengingatkan komitmen KPU terhadap isu lingkungan yang sebelumnya diwujudkan melalui penanaman 5.709.898 bibit pohon secara serentak di seluruh Indonesia bersama badan ad hoc saat pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2024.

"Ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemilu dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan," terangnya.

Sebagai simbol dimulainya Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026, KPU Provinsi Riau menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan peserta.

Simbolisasi tersebut mencerminkan komitmen untuk mengintegrasikan pendidikan pemilih dengan aksi nyata pelestarian lingkungan serta mendorong penerapan nilai-nilai Green Election dalam penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan. (*)