Perbaikan Jalan Sontang–Duri Dimulai, Pemprov Riau Gandeng Pemkab Rohul

Pemprov Riau mulai menangani kerusakan ruas jalan provinsi Sontang–Duri secara bertahap melalui penimbunan dan peninggian badan jalan. Penanganan darurat dilakukan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu serta kontribusi material dari pihak swasta.

Perbaikan Jalan Sontang–Duri Dimulai, Pemprov Riau Gandeng Pemkab Rohul
Pemprov Riau mulai menangani kerusakan jalan Sontang–Duri melalui penimbunan dan peninggian badan jalan dengan dukungan Pemkab Rohul serta pihak swasta. (Sumber: Istimewa)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemprov Riau mulai menangani kerusakan jalan Sontang–Duri melalui penimbunan dan peninggian badan jalan dengan dukungan Pemkab Rohul serta pihak swasta.
  • Perbaikan permanen menggunakan material pasir dan batu direncanakan melalui APBD Perubahan 2026.
  • Kendaraan bertonase besar diminta tidak melintasi jalur yang baru ditimbun agar proses perbaikan dapat berjalan optimal.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PANGARAIAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai melakukan penanganan darurat terhadap ruas jalan provinsi Sontang menuju Duri yang selama ini mengalami kerusakan.

Perbaikan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Riau, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), serta pihak swasta yang beroperasi di sekitar lokasi.

Bupati Rohul, Anton ST MM, mengatakan alat berat telah dikerahkan untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Ia berharap proses pengerjaan dapat segera diselesaikan sehingga akses masyarakat kembali lancar.

"Alat berat sudah bekerja disana. Semoga perbaikan bisa cepat selesai," ujar Anton, Kamis (6/8/2026).

Menurut Anton, percepatan penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau serta sejumlah perusahaan yang ikut mendukung pelaksanaan perbaikan.

Ia menjelaskan, penanganan sementara dilakukan melalui penimbunan badan jalan menggunakan tanah.

Sementara itu, perbaikan lanjutan dengan konstruksi yang lebih kuat direncanakan menggunakan anggaran APBD Perubahan tahun 2026.

"Untuk sementara ini perbaikan yang dilakukan masih penimbunan dengan tanah. Rencana Pemprov Riau pengerasan akan dilakukan di APBD Perubahan," terang bupati.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal, mengatakan penanganan dilakukan secara bertahap melalui penimbunan dan peninggian badan jalan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah.

Ia menjelaskan, pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui sistem swakelola hasil koordinasi antara Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Rohul. 

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah mengoperasikan alat berat, sementara pengusaha setempat memberikan dukungan berupa material.

"Ini masih sumbangan pihak swasta. Siapa yang mau nyumbang, kita terima," ungkapnya.

Khairul mengatakan pengerjaan diawali dari arah Desa Bonai menuju Desa Sontang agar distribusi material menuju lokasi berikutnya dapat berjalan lebih mudah.

Penanganan ini diharapkan mampu memulihkan fungsi jalan sembari menunggu pekerjaan permanen.

Saat ini, penimbunan dilakukan pada salah satu sisi jalan sepanjang sekitar 600 meter hingga 1 kilometer.

Karena itu, kendaraan bertonase besar diminta tidak melintasi jalur yang baru ditimbun agar proses perbaikan tidak terganggu.

"Jadi kita minta kendaraan berat jangan dulu melintas di ruas jalan yang ditimbun. Di sebelahnya saja dulu," kata Anton.

Ia memastikan pemerintah akan melanjutkan perbaikan melalui APBD Perubahan tahun ini.

Penanganan lanjutan direncanakan menggunakan material pasir dan batu untuk memperkuat badan jalan.

"Kita anggarkan di APBD P lagi untuk perbaikan," paparnya.

"Pengerasan akan kita lakukan dengan pasir dan batu," ujar dia.

Khairul menyebut besaran anggaran yang akan dialokasikan melalui APBD Perubahan masih dalam tahap perhitungan.

Ruas jalan Sontang–Duri selama ini menjadi akses yang banyak dikeluhkan masyarakat karena

kondisinya kerap menyulitkan pengguna jalan.

Saat musim hujan, sejumlah titik tergenang banjir sehingga kendaraan berisiko mogok, sedangkan pada musim kemarau badan jalan dipenuhi debu akibat kerusakan permukaan. (adv)