SD Negeri Ini Direvitalisasi Setelah Berdiri 50 Tahun
SD Negeri Miangas di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, untuk pertama kalinya menerima bantuan revitalisasi sejak berdiri pada 1976. Kemendikdasmen juga merevitalisasi SMP Negeri 2 Nanusa dengan total bantuan lebih dari Rp2,4 miliar yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
RINGKASAN BERITA:
- SD Negeri Miangas akhirnya menerima revitalisasi pertama sejak berdiri pada 1976 dengan bantuan lebih dari Rp1,9 miliar.
- SMP Negeri 2 Nanusa juga memperoleh bantuan revitalisasi lebih dari Rp2,4 miliar untuk membangun sejumlah fasilitas pendidikan.
- Kemendikdasmen menargetkan seluruh pembangunan selesai pada Agustus 2026 dengan dukungan TNI Angkatan Darat.
RIAUCERDAS.COM, MIANGAS - Setelah hampir lima dekade berdiri, SD Negeri Miangas di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akhirnya memperoleh bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pembangunan berbagai fasilitas sekolah kini tengah berlangsung dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Sekolah yang berdiri sejak 5 Agustus 1976 tersebut menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi di Provinsi Sulawesi Utara.
Bantuan itu menjadi yang pertama diterima sekolah untuk memperbaiki fasilitas pendidikan sejak mulai beroperasi hampir 50 tahun lalu.
Kepala SD Negeri Miangas, Melati Sulastri Mangole, mengatakan sekolahnya memperoleh bantuan lebih dari Rp1,9 miliar yang digunakan untuk merehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan.
"Tahun ini kami mendapatkan dana bantuan lebih dari Rp1,9 miliar. Dana tersebut seluruhnya digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, rumah dinas guru, toilet, pembangunan ruang UKS, dan penataan lingkungan sekolah," terang Melati.
Sebagai sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Melati menilai bantuan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak di Pulau Miangas.
Menurutnya, revitalisasi rumah dinas guru juga akan membantu tenaga pendidik yang bertugas di wilayah perbatasan sekaligus meringankan biaya hidup mereka.
"Bantuan ini sangat membantu kami untuk menunjang keberlangsungan pendidikan di Pulau Miangas wilayah terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan fasilitas yang lebih baik nantinya kegiatan belajar mengajar dapat lebih maksimal serta meningkatkan mutu pendidikan di pulau kami," ujarnya.
Selain SD Negeri Miangas, SMP Negeri 2 Nanusa juga memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun ini.
Kepala SMP Negeri 2 Nanusa, Yan Parenta, menyebut bantuan tersebut menjadi yang pertama sejak sekolah berdiri pada 1987.
Dengan dana lebih dari Rp2,4 miliar, sekolah tersebut akan membangun ruang administrasi, ruang keterampilan, laboratorium IPA, serta rumah dinas guru.
"Senang sekali, saya bersama seluruh guru dan 37 murid kami sangat bersyukur SMPN 2 Nanusa mendapatkan bantuan revitalisasi. Dengan dana bantuan lebih dari Rp 2,4 miliar kami mendapatkan menu ruang administrasi, ruang keterampilan, laboratorium IPA, dan rumah dinas guru," ungkap Yan.
Ia berharap Kemendikdasmen terus memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di Pulau Miangas agar kualitas pendidikan di wilayah terluar Indonesia semakin meningkat.
"Bantuan revitalisasi ini sangat penting untuk menunjang pendidikan murid kami di sini. Semoga pembangunan ini dapat selesai tepat waktu bulan ini dan menjadi hadiah untuk semua warga sekolah kami di hari kemerdekaan nanti," terangnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, Rabu (5/8/2026) mengatakan kunjungannya ke Pulau Miangas bertujuan meninjau perkembangan pembangunan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, pembangunan di SD Negeri Miangas dan SMP Negeri 2 Nanusa ditargetkan selesai pada Agustus 2026 setelah dikerjakan selama sekitar satu setengah bulan.
"Pembangunan di dua sekolah ini kami melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Tentunya kami sangat berterima kasih kepada TNI, warga sekolah, dan masyarakat yang sudah berusaha maksimal agar pembangunan berjalan dengan lancar dan tepat waktu," tutup Abdul Mu'ti. (*)