Festival Literasi 2026 Dibuka, Target Minat Baca Riau Capai 73 Persen pada 2029
Pemerintah Provinsi Riau menargetkan tingkat kegemaran membaca masyarakat mencapai 73 persen pada 2029. Target tersebut diperkuat melalui Festival Literasi Riau 2026 yang mendorong budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat menyaring informasi di era digital.
RINGKASAN BERITA:
- Pemprov Riau menargetkan tingkat kegemaran membaca masyarakat naik dari 58,59 persen menjadi 73 persen pada 2029.
- Jumlah pengunjung Perpustakaan Soeman HS meningkat dari 219 ribu pada 2024 menjadi 303 ribu sepanjang 2025, didominasi kalangan pelajar.
- Layanan perpustakaan keliling akan diperkuat dengan tambahan armada baru dari BRI untuk memperluas akses literasi hingga wilayah pinggiran.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menargetkan tingkat kegemaran membaca masyarakat meningkat menjadi 73 persen pada 2029 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Untuk mewujudkan sasaran tersebut, pemerintah memperkuat berbagai program literasi, termasuk melalui penyelenggaraan Festival Literasi Riau 2026 di Pekanbaru.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan tingkat kegemaran membaca masyarakat Riau pada 2025 tercatat sebesar 58,59 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan budaya membaca di seluruh daerah.
"Berdasarkan pengukuran tahun 2025, tingkat kegemaran membaca masyarakat Riau berada pada angka 58,59 persen. Sementara dalam RPJMD Provinsi Riau, kita telah menetapkan target sebesar 73 persen pada tahun 2029. Angka ini menjadi dasar bagi kita untuk memperkuat langkah bersama," ungkapnya.
SF Hariyanto menegaskan budaya membaca harus dibangun sebagai kebiasaan sehari-hari yang dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui sekolah.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan bersama kepala sekolah dan guru kembali mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran.
"Karena itu, ada dua hal yang perlu kita tetapkan. Pertama, membaca harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya kebiasaan membaca. Kedua, literasi harus membentuk masyarakat yang cermat dalam menerima informasi. Saya berharap Dinas Pendidikan, para kepala sekolah, dan guru bersama-sama menghidupkan perpustakaan sekolah," terangnya.
Selain meningkatkan budaya membaca, menurut SF Hariyanto, literasi juga harus membekali masyarakat dengan kemampuan memilah informasi yang beredar di ruang digital.
Kemampuan memahami isi bacaan, memeriksa sumber informasi, membedakan fakta dan opini, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dinilai menjadi kebutuhan penting di era digital.
"Kecakapan seperti inilah yang akan melindungi generasi muda kita dari berita bohong, penipuan digital, dan berbagai pengaruh yang merugikan masa depan mereka," ungkap dia.
Upaya tersebut turut diperkuat melalui Festival Literasi Riau 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Provinsi Riau di Pekanbaru pada Rabu (5/8/2026).
Mengusung tema "Riau Membaca, Generasi Berkarya", kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan agenda gelar wicara, bedah buku, dan pertunjukan seni.
Kepala Dispursip Provinsi Riau, Indra, mengatakan seluruh rangkaian festival didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perpustakaan Nasional karena telah mengalokasikan dana ini. Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut hingga tahun berikutnya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung," ujar Indra.
Indra berharap festival tersebut dapat memperkuat gerakan membaca di Riau sehingga budaya literasi mampu mendorong masyarakat menghasilkan berbagai karya.
Menurutnya, menjaga minat baca masyarakat menjadi tantangan yang harus dijawab melalui berbagai program literasi.
Optimisme tersebut didukung meningkatnya jumlah pengunjung Perpustakaan Soeman HS dalam dua tahun terakhir.
Jumlah Kunjungan Naik
Berdasarkan data Dispursip Riau, jumlah kunjungan naik dari 219.000 orang pada 2024 menjadi 303.000 pengunjung sepanjang 2025.
Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar, baik dari Kota Pekanbaru maupun sejumlah kabupaten di Riau.
Kunjungan tertinggi secara rutin terjadi setiap akhir pekan yang ditandai dengan banyaknya rombongan sekolah datang menggunakan bus.
Peningkatan kunjungan juga diiringi bertambahnya koleksi perpustakaan yang sebagian besar berasal dari hibah masyarakat dan komunitas literasi.
Hingga Desember 2025, Perpustakaan Soeman HS memiliki 70.946 judul buku dengan total 324.632 eksemplar.
Untuk memperluas akses membaca, Dispursip Riau terus mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling yang setiap hari menjangkau seluruh kecamatan di Pekanbaru sekaligus memenuhi permintaan layanan dari berbagai daerah.
"Kami memfasilitasi masyarakat di pinggiran Kota Pekanbaru melalui pustaka keliling. Setiap hari mobil keliling menjangkau setiap kecamatan, dan kami juga melayani permintaan daerah yang mengajukan," terang Indra.
Layanan tersebut akan diperkuat dengan tambahan satu unit mobil perpustakaan keliling bantuan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dijadwalkan diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Riau.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Riau juga menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas dukungannya dalam pengembangan sarana literasi daerah.
Kerja sama kedua pihak akan terus diperluas, mencakup pengembangan perpustakaan digital, peningkatan kapasitas pustakawan, serta pelestarian naskah Melayu Riau. (*)