Mahasiswa Kukerta Unri Dampingi UMKM Desa Rumbio Susun Model Bisnis dan Urus NIB
Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Universitas Riau mendampingi pelaku UMKM dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Rumbio menyusun Business Model Canvas (BMC) serta mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) guna memperkuat pengelolaan dan legalitas usaha.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri mendampingi UMKM dan KUBE menyusun Business Model Canvas sebagai panduan pengembangan usaha.
- Pelaku usaha dibantu mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk memperkuat legalitas bisnis.
- Program mendapat respons positif karena dinilai membantu pelaku UMKM memahami manajemen usaha dan proses perizinan.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Upaya memperkuat legalitas sekaligus tata kelola usaha pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, mendapat dukungan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus Universitas Riau (Unri).
Melalui kegiatan pendampingan, para pelaku usaha dibantu menyusun Business Model Canvas (BMC) dan mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bekal mengembangkan usaha secara lebih terarah.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Unri di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Bunga Chintia Utami, S.IP., M.E.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendampingi anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan pelaku UMKM memahami setiap komponen BMC.
Peserta kemudian dibimbing mengisi setiap bagian BMC sesuai karakteristik usaha yang mereka jalankan.
Setelah penyusunan model bisnis selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pengurusan NIB.
Mahasiswa membantu peserta melengkapi data, menjelaskan tahapan pengajuan, serta memastikan seluruh dokumen yang diperlukan telah dipersiapkan.
Seluruh proses dilakukan melalui diskusi dan pendampingan langsung agar lebih mudah dipahami.
Mahasiswi Kukerta Berdampak Khusus Unri Tahun 2026, Adelia Azzahra Zinta dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026) mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pelaku usaha memahami pengelolaan bisnis sekaligus proses memperoleh legalitas usaha.
"Kami mendampingi pelaku usaha menyusun Business Model Canvas agar mereka lebih memahami usaha yang dijalankan. Setelah itu, kami juga membantu proses pengurusan NIB sehingga peserta mengetahui tahapan dan persyaratan yang diperlukan. Harapannya, usaha yang dijalankan dapat memiliki legalitas yang mendukung perkembangan usaha ke depannya," ujarnya.
Ketua KUBE Desa Rumbio, Sri Wahyuni, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa Kukerta Unri.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai penyusunan model bisnis dan pentingnya legalitas usaha.
"Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memahami cara menyusun Business Model Canvas dan proses pengurusan NIB. Semoga ilmu yang diberikan serta legalitas usaha yang dimiliki nantinya dapat mendukung perkembangan KUBE maupun UMKM di Desa Rumbio," katanya.
Melalui pendampingan ini, anggota KUBE dan pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai penyusunan BMC sebagai gambaran pengembangan usaha, sekaligus pentingnya NIB sebagai identitas legal usaha.
Kegiatan berlangsung lancar dengan partisipasi aktif peserta yang berdiskusi dan bertukar informasi bersama mahasiswa selama proses penyusunan BMC hingga pengurusan NIB.
Program ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha di Desa Rumbio memiliki legalitas yang jelas serta mengembangkan bisnis secara lebih terstruktur. (rls)