Laba Bersih Telkomsel Tumbuh 8,3 Persen pada Semester I 2026, Capai Rp10,4 Triliun

Telkomsel membukukan laba bersih sebesar Rp10,4 triliun pada Semester I 2026 atau tumbuh 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, serta penguatan bisnis digital dan layanan mobile.

Laba Bersih Telkomsel Tumbuh 8,3 Persen pada Semester I 2026, Capai Rp10,4 Triliun
Pekerja Telkomsel tengah bekerja di tower. Telkomsel membukukan laba bersih Rp10,4 triliun pada Semester I 2026, meningkat 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (Sumber: Telkomsel)

RINGKASAN BERITA:

  • Telkomsel membukukan laba bersih Rp10,4 triliun pada Semester I 2026, meningkat 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Pendapatan perusahaan mencapai Rp55,6 triliun dengan pertumbuhan bisnis digital sebesar 11 persen dan bisnis mobile naik 5,6 persen.
  • Telkomsel kini melayani 153,5 juta pelanggan dengan dukungan sekitar 301 ribu BTS yang mencakup jaringan 2G, 4G, dan 5G.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Telkomsel mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 8,3 persen pada Semester I 2026 menjadi Rp10,4 triliun.

Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan profitabilitas perusahaan yang mencerminkan operasional yang lebih efisien serta investasi yang dilakukan secara terarah.

Selain laba bersih, Telkomsel juga membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen dibandingkan Semester I tahun sebelumnya.

Sementara itu, EBITDA meningkat 8,6 persen menjadi Rp26,1 triliun dengan margin EBITDA naik dari 44,6 persen menjadi 46,9 persen.

Pertumbuhan kinerja perusahaan didukung oleh peningkatan bisnis mobile dan layanan digital. Pendapatan bisnis mobile tercatat mencapai Rp42,8 triliun atau naik 5,6 persen, sedangkan bisnis digital tumbuh 11 persen menjadi Rp40,8 triliun.

Di sisi penggunaan layanan, konsumsi data pelanggan meningkat 0,8 persen secara tahunan menjadi 11,8 juta terabyte.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha, maupun aktivitas sehari-hari.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kepercayaan pelanggan serta komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan.

"Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group," kata dia.

Pada bisnis mobile, Telkomsel mencatat rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) meningkat 9 persen menjadi Rp45,6 ribu, dengan jumlah pelanggan mencapai 153,5 juta.

Perusahaan menilai peningkatan tersebut mencerminkan produktivitas pelanggan yang semakin tinggi serta meningkatnya kebutuhan terhadap layanan digital.

Untuk mendukung kualitas layanan, hingga akhir Juni 2026 Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu base transceiver station (BTS), yang terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G.

Penguatan jaringan dilakukan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, stabil, dan responsif.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel menjalankan kalibrasi strategis guna membangun basis pelanggan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Langkah tersebut menghasilkan sekitar 9,5 juta pelanggan, dengan pendapatan tumbuh 0,6 persen secara kuartalan, rata-rata pendapatan per pelanggan meningkat 3,4 persen menjadi Rp210,8 ribu, serta penetrasi konvergensi mencapai sekitar 65 persen.

Telkomsel menyatakan akan terus memperkuat kualitas jaringan, menyederhanakan layanan, serta menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan sebagai bagian dari transformasi Telkom Group di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.

"Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik. Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia," tutur Nugroho. (rls)