Rektor UIN Suska Riau Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan Pembuka Peringatan HUT ke-81 RI di Monas
Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta, yang menjadi pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan diikuti lebih dari 100 ribu jemaah.
RINGKASAN BERITA:
- Rektor UIN Suska Riau menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai pembuka rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Monas.
- Lebih dari 100 ribu jemaah mengikuti doa bersama yang melibatkan tokoh lintas agama dari seluruh Indonesia.
- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya doa, kerukunan, dan persatuan sebagai kekuatan membangun bangsa.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, S.E., M.Si., Ak., CA menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 ribu jemaah tersebut menjadi momentum refleksi nasional untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam mengisi kemerdekaan.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 1 hingga 14 oleh juara pertama Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) International Al-Ameed ke-3 Karbala, Irak Tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan ikhtiar spiritual bangsa untuk memperkuat persatuan, kerukunan, dan harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
Ia menilai kemajuan bangsa juga dibangun melalui doa, akhlak yang baik, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
"Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri," terang Menag dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Negara.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan doa kebangsaan lintas agama yang dipimpin enam tokoh agama secara bergantian sesuai keyakinan masing-masing.
Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kedamaian, persatuan, dan kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.
Doa lintas agama diawali oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty untuk umat Kristen Protestan, dilanjutkan Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fil., Lic.Th.
Untuk umat Katolik, Pinandita Gede Pastika untuk umat Hindu, Bhikku Bhadranatha, Thera untuk umat Buddha, Xs. Budi S. Tanuwibowo untuk umat Khonghucu, dan ditutup oleh H. Husni Ismail untuk umat Islam.
Suasana khidmat berlanjut melalui lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan jemaah di kawasan Monas.
Sebelum acara utama, peserta mengikuti pembacaan Khotmil Qur'an yang dipimpin Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti dan dilanjutkan Doa Khotmil Qur'an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, M.A.
Selain Rektor UIN Suska Riau, kegiatan tersebut juga dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, serta tokoh lintas agama dari berbagai wilayah di Indonesia. (*)