Kemendikdasmen Bangun Ruang Kelas Darurat untuk SMP Insani Sorkam

Kemendikdasmen meresmikan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMP Insani Sorkam yang terdampak banjir akhir 2025. Selain memastikan proses belajar tetap berjalan, sekolah tersebut juga memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,24 miliar.

Kemendikdasmen Bangun Ruang Kelas Darurat untuk SMP Insani Sorkam
Seorang siswa berbicara dengan Wakil Mendikdasmen, Atip Latipulhayat di sela acara peresmian Ruang Kelas Darurat di SMP Insani Sorkam yang terdampak banjir. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Kemendikdasmen meresmikan Ruang Kelas Darurat agar kegiatan belajar di SMP Insani Sorkam tetap berjalan pascabanjir.
  • SMP Insani Sorkam memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,24 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sekolah.
  • Pemerintah menegaskan pemulihan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjamin hak belajar peserta didik setelah bencana.

RIAUCERDAS.COM, SORKAM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan kegiatan belajar mengajar di SMP Insani Sorkam tetap berlangsung meski sekolah sempat terdampak banjir pada akhir 2025.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun Ruang Kelas Darurat (RKD) yang diresmikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, Selasa (4/8/2026).

Peresmian ruang kelas darurat dilakukan bersamaan dengan peninjauan program revitalisasi sekolah yang sedang berlangsung.

Pada 2026, SMP Insani Sorkam menerima bantuan sebesar Rp1,24 miliar untuk pembangunan satu ruang kelas baru, satu perpustakaan, rehabilitasi dua ruang kelas, rehabilitasi ruang administrasi, serta penataan lingkungan sekolah.

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengatakan pembangunan ruang kelas darurat merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan pendidikan bagi peserta didik yang terdampak bencana.

"Ruang kelas darurat ini untuk menjaga dan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namanya juga darurat, tentu tidak boleh lama-lama. Ke depan, ini bisa ditingkatkan menjadi sekolah yang permanen," terangnya.

Menurut Atip, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif.

Ia menambahkan, pemulihan sekolah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak.

Selain itu, perhatian terhadap pelestarian lingkungan dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana pada masa mendatang.

Kepala SMP Insani Sorkam, Suryadi Sitanggang, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sekolah yang dipimpinnya.

Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menurutnya, menjadi penyemangat bagi guru dan peserta didik dalam memulihkan aktivitas belajar setelah banjir.

Hal senada disampaikan Guru Pendidikan Agama Kristen SMP Insani Sorkam, Via Sibagariang.

Ia mengungkapkan banjir telah merusak ruang belajar dan berbagai fasilitas sekolah sehingga proses pembelajaran sempat dipindahkan ke sekolah lain.

"Sesudah banjir, ruangan kami rusak dan fasilitas sekolah juga hancur. Sekarang ruang kelas darurat ini cukup membantu kegiatan belajar mengajar. Meja, kursi, dan papan tulis sudah tersedia," kata Via.

Melalui pembangunan ruang kelas darurat dan program revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen berupaya memastikan peserta didik tetap memperoleh hak atas pendidikan meskipun sekolah terdampak bencana.

Sembari menunggu pembangunan permanen selesai, proses belajar mengajar di SMP Insani Sorkam terus berjalan. (*)