Mahasiswa Kukerta Unri Bangun Kolaborasi Pelestarian Budaya Melayu di Desa Sungai Kayu Ara
Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau 2026 menggandeng sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya melestarikan budaya Melayu melalui program Sehari Bersyair dan Pergelaran Seni di Desa Sungai Kayu Ara, Kabupaten Siak.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menggandeng sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk melestarikan budaya Melayu melalui program edukatif dan seni.
- Program Sehari Bersyair mengajarkan siswa mengenal syair Melayu sekaligus melatih kreativitas, kemampuan berbahasa, dan rasa percaya diri.
- Pergelaran Seni menampilkan tarian tradisional, puisi, solo song, serta lomba Senandung Melayu sebagai ruang ekspresi generasi muda dan penguatan identitas budaya lokal.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) 2026 membangun kolaborasi dengan sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk memperkuat pelestarian budaya Melayu di Desa Sungai Kayu Ara, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program Sehari Bersyair dan ditutup dengan Pergelaran Seni yang melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama.
Program Sehari Bersyair digelar di SD Negeri 06 Sungai Kayu Ara pada 17 Juli 2026 lalu dengan melibatkan siswa kelas VI dan para guru.
Kegiatan dirancang untuk mengenalkan syair sebagai warisan budaya Melayu sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan rasa percaya diri peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan materi mengenai syair melalui pembacaan karya berjudul "Siak Pusaka" yang diperkenalkan mahasiswa Kukerta.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif sehingga siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias.
Setelah menerima materi, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun dan membacakan syair di depan kelas.
Kegiatan tersebut menjadi sarana melatih kemampuan berbahasa sekaligus mendorong keberanian dan kreativitas siswa dalam mengekspresikan gagasan melalui karya sastra.
Guru-guru dan siswa SD Negeri 06 Sungai Kayu Ara mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus meningkatkan minat siswa terhadap seni dan budaya Melayu.
Salah seorang siswa, Zidan, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
"Saya senang bisa belajar syair. Tadi saya bisa menyanyikan syair yang saya buat bersama teman-teman," ujarnya.
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, mahasiswa Kukerta Unri menggelar Pergelaran Seni pada 29 Juli 2026 di Desa Sungai Kayu Ara.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk menampilkan berbagai potensi seni sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga.
Siswa kelas VI SD Negeri 06 Sungai Kayu Ara yang telah mendapatkan pendampingan dari mahasiswa Kukerta tampil sebagai penampil utama.
Mereka membawakan Tari Persembahan, Tari Mak Lodeh, pembacaan puisi berjudul "Tanah Tuan Sultan" karya salah seorang mahasiswa Kukerta Unri, serta pertunjukan solo song yang mendapat sambutan meriah dari penonton.
Mahasiswa Kukerta juga menggelar lomba menyanyi Senandung Melayu bagi peserta berusia 15 tahun ke atas.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat sekaligus menjadi upaya meningkatkan kecintaan terhadap musik tradisional Melayu.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya lokasi kegiatan yang dihadiri anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dan memberikan dukungan kepada para peserta yang tampil.
Perwakilan Mahasiswa Kukerta Unri Desa Sungai Kayu Ara, Sefti dalam rilis tertulis, Rabu (5/8/2026) mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter, pengembangan kreativitas, dan pelestarian budaya Melayu.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah. Selain itu, melalui kegiatan ini terjalin hubungan yang semakin erat antara mahasiswa Kukerta dengan masyarakat Desa Sungai Kayu Ara," ungkap Sefti.
Pemerintah Desa Sungai Kayu Ara bersama tokoh masyarakat turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta Unri.
Mereka menilai program Sehari Bersyair dan Pergelaran Seni mampu memperkuat karakter generasi muda, meningkatkan kebersamaan warga, sekaligus menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat di bidang seni dan budaya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Melayu.
Kolaborasi itu diharapkan dapat terus mendorong pelestarian warisan budaya lokal sekaligus mendukung pembangunan desa melalui pendidikan, seni, dan budaya. (rls)