Kepala Daerah IMT-GT Tanam Pohon di Pekanbaru, Tegaskan Komitmen Pembangunan Kota Hijau

Kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia, serta Thailand melakukan penanaman pohon di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai simbol komitmen bersama mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Kepala Daerah IMT-GT Tanam Pohon di Pekanbaru, Tegaskan Komitmen Pembangunan Kota Hijau
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menanam bibit pohon rambutan. Kepala daerah yang tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) melalui aksi penanaman pohon di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Kamis (6/8/2026). (Sumber : pekanbaru.go.id)

RINGKASAN BERITA:

  • Kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand menanam pohon di Pekanbaru sebagai simbol komitmen bersama terhadap pembangunan berkelanjutan.
  • Pemerintah Kota Pekanbaru memperkenalkan tujuh portofolio pembangunan hijau, termasuk program Green School yang menjadi perhatian delegasi.
  • Forum GCMC IMT-GT diharapkan memperkuat kerja sama antardaerah dalam bidang inovasi, investasi, dan pengembangan teknologi hijau.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Komitmen memperkuat pembangunan berkelanjutan ditunjukkan para kepala daerah yang tergabung dalam Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) melalui aksi penanaman pohon di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Green Cities Mayors' Council (GCMC) IMT-GT ke-9 yang digelar di Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar memimpin penanaman pohon bersama para kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia, serta Thailand.

Setiap delegasi menanam satu pohon yang terdiri atas berbagai jenis tanaman produktif, seperti rambutan, mangga, dan tanaman lainnya.

Penanaman dilakukan sebagai simbol komitmen bersama untuk terus menjaga kelestarian lingkungan di daerah masing-masing.

"Kita sepakat pohon-pohon ini harus dijaga. Mengambil makna bahwa menanam pohon sama dengan menanam masa depan. Ini bentuk wujud kerja nyata," ujar Agung.

Menurut Agung, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penutupan forum internasional, melainkan menjadi wujud nyata kesepakatan para kepala daerah untuk mengutamakan aspek lingkungan dalam pembangunan.

"Jadi penutupan sekaligus juga tadi mendapatkan, saya rasa ini adalah bentuk komitmen kita secara simbolis. Kita menanam pohon bersama seluruh kepala daerah yang hadir dari tiga negara tersebut agar ke depannya diteruskan kepada masyarakat di tempat mereka masing-masing. Artinya, kita ingin bahwa komitmen kita menjaga lingkungan itu dalam pembangunan sangat diutamakan sekali," kata dia.

Ia menilai pembangunan kota pada masa mendatang harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Karena itu, berbagai program Pemerintah Kota Pekanbaru diarahkan mendukung konsep pembangunan yang ramah lingkungan.

Dalam forum GCMC IMT-GT, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mempresentasikan tujuh portofolio pembangunan hijau.

Salah satu program yang mendapat perhatian delegasi adalah pengembangan Green School sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan melalui sektor pendidikan.

"Kami lihat tadi ada portofolio bahwa Pekanbaru sendiri ada tujuh portofolio. Pekanbaru sendiri menitikberatkan pada dunia pendidikan atau Green School," kata Agung.

Ia menjelaskan konsep tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan yang mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pembangunan kota, hingga pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.

"Semuanya itu kita serentakkan dan kita seragamkan mengaitkan dengan green tersebut. Baik itu adalah Green School, baik itu tentang Green City-nya, maupun juga Green Economy-nya," jelasnya.

Agung berharap kolaborasi yang terjalin selama pelaksanaan GCMC IMT-GT ke-9 dapat terus berlanjut melalui pertukaran pengalaman, inovasi, investasi, serta pengembangan teknologi hijau di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand. (*)