Wali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Nasional, Program Zero Stunting Digelontor Dana Rp2 Miliar

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting. Selain penghargaan, Pemko Pekanbaru juga memperoleh dana apresiasi Rp2 miliar untuk memperkuat program Zero Stunting.

Wali Kota Pekanbaru Raih Penghargaan Nasional, Program Zero Stunting Digelontor Dana Rp2 Miliar
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan langsung dari Mendagri Tito Karnavian di Palembang, Sabtu (25/4/2026). (Sumber: pekanbaru.go.id).

RINGKASAN BERITA:

  • Agung Nugroho menerima penghargaan langsung dari Mendagri Tito Karnavian di Palembang.
  • Pemko Pekanbaru mendapat dana apresiasi Rp2 miliar untuk melanjutkan program Zero Stunting.
  • Kader posyandu di seluruh kelurahan menjadi ujung tombak penanganan stunting di Pekanbaru.

RIAUCERDAS.COM, PALEMBANG - Keberhasilan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menekan angka kemiskinan dan stunting berbuah apresiasi dari pemerintah pusat.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan nasional sekaligus dana apresiasi sebesar Rp2 miliar untuk memperkuat program Zero Stunting di ibu kota Provinsi Riau.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam ajang penganugerahan apresiasi pemerintah daerah berprestasi 2026 di Wyndham Opi Hotel, Sabtu (25/4/2026).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program strategis yang berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan dan stunting.

Agung Nugroho mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama banyak pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah hingga masyarakat.

"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melalui program zero stunting. Program ini menjadi fokus utama kami dalam memastikan tidak ada lagi kasus stunting di Pekanbaru," kata dia.

Menurut Agung, penanganan stunting memang menjadi prioritas utama pemerintah kota yang terus didorong secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 lalu Pemko Pekanbaru mengerahkan seluruh kader posyandu yang tersebar di setiap kelurahan untuk aktif melakukan pemantauan tumbuh kembang anak.

Selain pemantauan, para kader juga memberikan edukasi gizi kepada masyarakat serta pendampingan bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Langkah tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Intervensi langsung di tingkat masyarakat juga dinilai mampu mempercepat penanganan terhadap kasus-kasus yang ditemukan di lapangan.

Selain fokus pada stunting, Pemko Pekanbaru juga menjalankan berbagai program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan akses layanan dasar.

Pemerintah kota berupaya memastikan bantuan dan program yang disalurkan tepat sasaran serta benar-benar mampu meningkatkan taraf hidup warga.

Tak hanya menerima penghargaan, Agung juga membawa pulang dana apresiasi sebesar Rp2 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat keberlanjutan program Zero Stunting di Kota Pekanbaru.

“Dana ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung keberlanjutan program zero stunting, agar hasil yang telah dicapai bisa terus ditingkatkan,” harapnya.

Agung menegaskan penghargaan tersebut bukan tujuan akhir, melainkan motivasi bagi seluruh jajaran Pemko Pekanbaru untuk bekerja lebih keras dalam melayani masyarakat.

"Jadi, penghargaan yang diterima bukanlah tujuan akhir yang ingin kita capai. Tetapi bagaimana dengan penghargaan ini bisa memotivasi kita untuk bekerja lebih ekstra guna menyelesaikan persoalan kemiskinan dan stunting di Kota Pekanbaru," katanya. (*)