Pemko Pekanbaru Siapkan Relokasi Warga untuk Proyek Taman RTHB Sungai Siak

Pemko Pekanbaru akan merelokasi 11 KK dari bantaran Sungai Siak sebagai bagian dari penataan kawasan menjadi ruang terbuka hijau biru yang didukung dana CSR.

Pemko Pekanbaru Siapkan Relokasi Warga untuk Proyek Taman RTHB Sungai Siak
Pemerintah Kota Pekanbaru menyiapkan relokasi warga yang bermukim di bantaran Sungai Siak sebagai langkah awal penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi ruang terbuka hijau biru (RTHB). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sebanyak 11 KK akan direlokasi untuk penataan kawasan Sungai Siak.
  • Kawasan bawah Jembatan Siak I akan dijadikan taman RTHB seluas 1 hektare.
  • Proyek didukung dana CSR sekitar Rp5 miliar dan ditargetkan selesai 2026.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan relokasi warga yang bermukim di bantaran Sungai Siak sebagai langkah awal penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi ruang terbuka hijau biru (RTHB).

Upaya ini menjadi bagian dari transformasi kawasan publik yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

Wali Kota Agung Nugroho menyampaikan bahwa terdapat 11 kepala keluarga yang saat ini tinggal di bawah Jembatan Siak I dan akan dipindahkan ke hunian yang lebih layak, yakni rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

"Kita sudah diskusi dengan pemilik bangunan dan warga. Alhamdulillah mereka bersedia dipindahkan, asalkan ke tempat yang layak dan gratis," ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (6/4/2026).

Penataan kawasan ini dilakukan karena area bantaran Sungai Siak merupakan wilayah DAS yang tidak diperbolehkan untuk pembangunan permanen, sebagaimana disampaikan berdasarkan laporan Balai Sungai.

Setelah proses relokasi, kawasan seluas sekitar satu hektare tersebut akan dikembangkan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas olahraga dan rekreasi.

Agung menjelaskan, pembangunan RTHB ini tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah, melainkan akan didukung melalui program corporate social responsibility (CSR) dari pihak perusahaan.

Ia memperkirakan nilai dukungan CSR untuk proyek ini mencapai sekitar Rp5 miliar, dengan target penyelesaian pembangunan pada tahun 2026.

Selain mempercantik kawasan, keberadaan taman ini diharapkan menjadi ruang terbuka yang representatif dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar Sungai Siak.

Langkah penataan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam mengoptimalkan fungsi kawasan DAS sekaligus menyediakan ruang publik yang lebih layak bagi masyarakat. (*)