Kampus Didorong Jadi Solusi Pengangguran 7,24 Juta Orang

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran yang mencapai 7,24 juta orang pada Februari 2026.

Kampus Didorong Jadi Solusi Pengangguran 7,24 Juta Orang
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan. (Sumber: Kemdiktisaintek)

RINGKASAN BERITA:

  • Pengangguran masih mencapai 7,24 juta orang, mendorong pemerintah memperkuat kewirausahaan berbasis kampus.
  • Kemdiktisaintek mengembangkan konsorsium kampus di NTB yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri untuk membangun usaha berbasis potensi lokal.
  • Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) terus diperkuat melalui pendanaan, pelatihan, dan pendampingan bagi mahasiswa yang telah merintis usaha.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Tingginya jumlah pengangguran di Indonesia menjadi salah satu alasan pemerintah memperkuat pengembangan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menilai kampus perlu mengambil peran lebih besar dalam mencetak generasi muda yang mampu membuka lapangan kerja baru.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka Indonesia pada Februari 2026 mencapai 4,68 persen atau sekitar 7,24 juta orang.

Di sisi lain, Indonesia tengah memasuki periode bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif yang dinilai menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan pengembangan kewirausahaan mahasiswa merupakan bagian penting dari implementasi program Kampus Berdampak.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan dalam rangka Hari Kewirausahaan Nasional yang digelar Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Rabu (10/6/2026).

Menurut Fauzan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga harus mampu melahirkan pencipta lapangan kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kampus diharapkan memberikan pelayanan, pembinaan, sekaligus menjadi fasilitator lahirnya wirausahawan-wirausahawan berbasis mahasiswa. Kampus juga harus memiliki kepedulian sosial untuk menyelesaikan problem sosial, salah satunya adalah pengangguran,” tutur Wamen Fauzan.

Ia menambahkan, kampus memiliki posisi strategis dalam melakukan pembinaan, pendampingan, serta menyediakan fasilitas yang mendukung tumbuhnya wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa.

Selain itu, Kemdiktisaintek juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat lahirnya pelaku usaha muda yang memanfaatkan potensi lokal di berbagai daerah.

Salah satu model yang tengah dikembangkan adalah pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui skema tersebut, kampus, pemerintah daerah, dan mitra industri dipertemukan dalam pengembangan kewirausahaan yang berbasis budaya dan potensi daerah.

Sebagai upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa, Kemdiktisaintek terus menjalankan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Program itu memberikan dukungan berupa pendanaan, pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas usaha bagi mahasiswa yang telah memulai kegiatan usaha.

Program tersebut diharapkan mampu membantu usaha mahasiswa berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Penguatan kewirausahaan juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja sebagai bagian dari visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut mendorong semangat Diktisaintek Berdampak agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang menciptakan inovasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengajak pelaku UMKM menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Selamat Hari Kewirausahaan Nasional untuk para pelaku UMKM dan seluruh ekosistem yang terlibat dalam mengembangkan ekonomi kita. UMKM harus menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus yang menikmati hasil dari pertumbuhan itu,” tegas Menko Muhaimin.

Kemdiktisaintek mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat untuk memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Melalui semakin banyaknya wirausahawan yang lahir dari kampus, diharapkan tercipta lapangan kerja baru, ekonomi lokal semakin kuat, serta kesejahteraan masyarakat terus meningkat. (*)