Menag Bantah Lulusan PTKIN Tak Kompetitif, Tegaskan Integrasi Ilmu Jadi Kunci Daya Saing
Menteri Agama menepis stigma lulusan PTKIN tidak kompetitif dan menegaskan keunggulan integrasi ilmu sebagai kekuatan utama. Ia juga meresmikan gedung kuliah modern di UIN Batusangkar.
RINGKASAN BERITA:
- Menag menegaskan stigma lulusan PTKIN tidak kompetitif adalah keliru dan tidak sesuai fakta.
- Integrasi ilmu agama dan umum disebut sebagai kekuatan utama daya saing PTKIN.
- Peresmian gedung kuliah modern senilai Rp67,5 miliar mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
RIAUCERDAS.COM, BATUSANGKAR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki daya saing tinggi di dunia kerja, sekaligus membantah anggapan sebaliknya yang selama ini beredar.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap stigma yang dinilai tidak sesuai dengan realitas di lapangan.
“Isu bahwa lulusan PTKIN tidak kompetitif itu keliru. Faktanya, banyak alumni PTKIN yang sukses di berbagai bidang, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun tingkat global, bisa kita buktikan dengan prestasi yang sudah tercapai,” tegas Menag saat kunjungan kerja di Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kekuatan utama PTKIN terletak pada pendekatan keilmuan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum.
Model pendidikan ini dinilai menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan perguruan tinggi lainnya.
“Di PTKIN tidak ada dikotomi ilmu. Semua ilmu terhubung, saling menguatkan. Ini adalah kekuatan besar yang harus terus dikembangkan,” tutur dia.
Menag juga mengingatkan mahasiswa dan civitas akademika untuk memiliki rasa percaya diri serta kebanggaan sebagai bagian dari PTKIN.
Ia menekankan bahwa keunggulan integrasi ilmu dan nilai justru menjadi fondasi penting dalam menghadapi persaingan global.
"Keunggulan kita ada pada integrasi ilmu dan nilai. Ini yang membedakan kita dan justru menjadi daya saing utama,” tambah Menag.
Selain itu, ia mendorong peningkatan kualitas pendidikan, termasuk penguasaan teknologi serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing lulusan.
Dalam kunjungan tersebut, Menag juga meresmikan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang dibangun melalui skema SBSN Tahun 2024 dengan pagu anggaran sebesar Rp67,5 miliar.
Gedung empat lantai ini dirancang dengan konsep smart class untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi yang interaktif dan adaptif.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan inovasi dan peningkatan mutu akademik di lingkungan kampus. (*)


