SPMB Riau 2026, Lebih dari 55 Ribu Calon Murid Sudah Pilih Sekolah
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Riau 2026 hingga hari kedua berjalan tanpa kendala teknis berarti. Tercatat lebih dari 55 ribu calon murid telah menentukan pilihan sekolah, sementara Dinas Pendidikan Riau memastikan daya tampung SMA dan SMK negeri masih mencukupi untuk seluruh lulusan SMP sederajat.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 55.652 calon murid telah memilih sekolah pada tahap pertama SPMB Riau 2026 dari total 73.679 akun yang aktif.
- Tim teknis memastikan sistem pendaftaran berjalan lancar tanpa gangguan teknis yang menghambat proses penerimaan murid baru.
- Dinas Pendidikan Riau menegaskan daya tampung SMA dan SMK negeri masih surplus sehingga seluruh lulusan SMP berpeluang tertampung.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Riau tahun 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat.
Hingga Kamis (11/6/2026), sebanyak 55.652 calon murid telah melakukan pemilihan sekolah pada tahap pertama melalui sistem pendaftaran yang berjalan normal tanpa gangguan teknis signifikan.
Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, mengatakan proses pendaftaran dan pemilihan sekolah sejauh ini berlangsung lancar.
Menurutnya, kendala yang biasanya muncul hanya bersifat teknis ringan seperti masalah koneksi internet atau berkas yang tidak dapat terbaca oleh sistem.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Aman. Kendala yang biasanya muncul seperti masalah koneksi atau file yang tidak terbaca," kata Jeffri.
Berdasarkan data terbaru, jumlah akun yang telah aktif dalam sistem SPMB Riau mencapai 73.679 akun.
Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta telah memanfaatkan kesempatan pertama untuk menentukan sekolah tujuan.
Sementara itu, sebanyak 4.447 calon murid tercatat melanjutkan proses pemilihan sekolah pada kesempatan kedua.
Mereka merupakan peserta yang sebelumnya telah mengikuti pemilihan pada tahap pertama.
"Peserta yang sudah memilih pada kesempatan kedua berjumlah 4.447 orang. Mereka sebelumnya telah melakukan pemilihan pada kesempatan pertama," ungkapnya.
Selain itu, terdapat 122 calon murid yang telah masuk ke tahap pemilihan kesempatan ketiga.
Menurut Jeffri, kondisi tersebut umumnya terjadi karena peserta belum memperoleh hasil sesuai harapan pada pilihan sekolah sebelumnya.
“Artinya kemungkinan mereka belum diterima di pilihan pertama dan pilihan kedua, sehingga melanjutkan ke pilihan ketiga,” katanya.
Di tengah tingginya aktivitas pendaftaran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan informasi daya tampung sekolah yang tersedia secara terbuka melalui portal resmi SPMB Riau.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini agar calon murid dan orang tua dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat.
“Informasi daya tampung setiap sekolah dapat diakses langsung melalui website SPMB. Masyarakat bisa melihat secara terbuka berapa kuota yang tersedia di masing-masing sekolah,” kata Erisman.
Ia menjelaskan bahwa data mengenai jumlah kuota dan daya tampung SMA maupun SMK negeri di seluruh kabupaten dan kota telah tersedia dalam sistem.
Informasi tersebut diharapkan membantu peserta menyesuaikan pilihan sekolah dengan peluang penerimaan yang tersedia.
Erisman juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terfokus pada sejumlah sekolah yang selama ini dianggap favorit.
Menurutnya, kapasitas sekolah negeri di Riau secara keseluruhan masih memadai untuk menampung lulusan SMP sederajat yang akan melanjutkan pendidikan.
"Pilihlah jalur dan sekolah yang sesuai. Secara kuota kita surplus, sehingga tidak perlu khawatir tidak mendapatkan bangku sekolah. Insyaallah semua calon murid dapat tertampung, asalkan tidak hanya terfokus pada sekolah-sekolah tertentu,” katanya.
Ia menambahkan bahwa seluruh informasi terkait daya tampung, jalur penerimaan, hingga wilayah domisili telah tersedia dalam sistem dan dapat diakses masyarakat kapan saja untuk membantu proses pengambilan keputusan.
“Semua informasi sudah tersedia di website, termasuk daya tampung dan domisili. Masyarakat bisa melihat dan mempertimbangkannya sebelum menentukan pilihan,” tutur Erisman.
Dengan kondisi sistem yang stabil dan kuota sekolah yang dinilai mencukupi, Pemerintah Provinsi Riau berharap proses SPMB 2026 dapat berlangsung transparan, lancar, dan memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh calon murid. (*)