Orang Tua Mulai Lirik SD Negeri yang Sudah Direvitalisasi

Program revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya memperbaiki fasilitas sekolah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri. Sejumlah sekolah yang telah direvitalisasi melaporkan kenaikan minat pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.

Orang Tua Mulai Lirik SD Negeri yang Sudah Direvitalisasi
Kondisi salah satu ruangan di SDN 05 Cimahpar, Kota Bogor yang menjadi salah satu sekolah sasaran program revitalisasi dari Kemendikdasmen. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Revitalisasi sekolah meningkatkan jumlah pendaftar pada SPMB di sejumlah SD negeri.
  • Orang tua dan masyarakat menilai fasilitas yang lebih baik membuat sekolah semakin diminati.
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti meminta seluruh warga sekolah menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.

RIAUCERDAS.COM, BOGOR - Revitalisasi sekolah yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata terhadap minat masyarakat menyekolahkan anak di sekolah negeri.

Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dinilai mampu meningkatkan kepercayaan orang tua sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru.

Salah satu dampak tersebut terlihat di SDN 05 Cimahpar, Kota Bogor.

Setelah bangunan sekolah diperbarui, jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala SDN 05 Cimahpar, Iim Rohimah, mengatakan perubahan kondisi fisik sekolah memberikan pengaruh langsung terhadap antusiasme masyarakat.

“Ruang kelasnya nyaman, baik, bagus, dan sangat bermanfaat. Alhamdulillah, dampaknya terasa pada minat masyarakat. Saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), jumlah pendaftar meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

Menurut Iim, pada tahun-tahun sebelumnya sekolahnya cenderung sepi peminat pada awal masa pendaftaran.

Namun kondisi tersebut berubah setelah revitalisasi dilakukan.

Ia menyebut banyak orang tua yang datang lebih awal untuk mencari informasi dan memastikan anak mereka dapat bersekolah di SDN 05 Cimahpar.

Perubahan serupa juga dirasakan di SDN 02 Leuwibatu. Masyarakat menilai kondisi sekolah yang lebih baik menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta didik.

Salah seorang wali murid sekaligus alumni sekolah tersebut, Inayah, mengaku bangga melihat perkembangan fasilitas pendidikan di sekolah itu.

“Setelah direvitalisasi, bangunannya bagus dan membuat anak-anak di daerah ini semakin tertarik bersekolah di sini,” katanya.

Guru SDN 02 Leuwibatu, Nurul Komariyah, juga mengungkapkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap sekolah tempatnya mengajar.

Menurutnya, banyak orang tua yang datang untuk mencari informasi setelah melihat perubahan fasilitas yang lebih representatif.

Program revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan secara optimal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan harus mampu memberikan manfaat langsung bagi peserta didik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di berbagai daerah.

Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh siswa, guru, dan masyarakat.

“Bangunan sekolah yang baik akan memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila dirawat dengan penuh tanggung jawab. Sekolah ini adalah milik bersama dan menjadi tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa,” kata dia.

Pemerintah berharap revitalisasi sekolah dapat terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat dalam membangun generasi masa depan yang lebih baik. (*)