TKA SD 2026 Tekankan Asesmen Humanis, di Pekanbaru Berjalan Lancar

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD 2026 menekankan pendekatan yang lebih humanis dan tidak menekan siswa. Di SD Negeri 1 Pekanbaru, hari pertama asesmen berlangsung lancar dan tertib.

TKA SD 2026 Tekankan Asesmen Humanis, di Pekanbaru Berjalan Lancar
Suasana Tes Kemampuan Akademik yang diikuti siswa SDN 1 Pekanbaru pada Senin (20/4/2026) kemarin. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • TKA 2026 tidak menjadi penentu kelulusan dan dirancang lebih humanis bagi siswa.
  • Partisipasi nasional mencapai 98,9 persen dengan lebih dari 1,5 juta siswa ikut di hari pertama.
  • SD Negeri 1 Pekanbaru melaksanakan TKA hari pertama dengan lancar tanpa kendala.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD tahun 2026 mengusung pendekatan baru yang lebih humanis dan tidak berorientasi pada tekanan kelulusan.

Pemerintah menegaskan asesmen ini dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir siswa secara objektif, sekaligus membangun budaya belajar yang lebih tenang dan terarah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan peserta didik agar mengerjakan soal dengan strategi yang tepat tanpa terburu-buru.

“Tadi saya sampaikan agar anak-anak memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Satu mata pelajaran 75 menit, jadi tidak perlu terburu-buru. Kerjakan dulu soal yang mudah, yang sulit bisa dikerjakan belakangan,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan TKA di Kota Tangerang Selatan, Senin (20/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan, sehingga siswa tidak perlu merasa tertekan selama mengikuti asesmen.

Di tingkat daerah, pelaksanaan hari pertama TKA di SD Negeri 1 Pekanbaru berjalan tertib dan lancar.

Kepala sekolah, Salmah, menyampaikan bahwa kelancaran tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.

“Alhamdulillah, pelaksanaan TKA berjalan dengan baik dan lancar. Ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Baik dari guru, siswa, maupun dukungan dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru," katanya.

Menurut Salmah, hasil TKA nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, sekaligus mendorong siswa agar terus berkembang.

"Harapan kami, pelaksanaan TKA dapat memberikan manfaat yang nyata, tidak hanya sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai dorongan bagi seluruh siswa untuk terus berkembang," kata Salmah.

Secara nasional, TKA SD 2026 diikuti sekitar 4,492 juta siswa dari 175 ribu satuan pendidikan.

Pada gelombang pertama, lebih dari 1,5 juta siswa mengikuti asesmen yang berlangsung selama dua hari.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyebut tingkat partisipasi mencapai 98,9 persen, meskipun sekitar 35 ribu siswa tidak mengikuti asesmen.

“Kalau ditanya tidak ikut, sekitar 35.000 siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan ketidakhadiran tersebut dipengaruhi beberapa faktor, seperti sifat TKA yang tidak wajib, belum adanya kelas 6 di sejumlah sekolah, hingga keterbatasan sarana dan prasarana di beberapa daerah.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, mulai dari antisipasi gangguan jaringan internet dan listrik, hingga penguatan sistem pengawasan guna menjaga integritas asesmen berbasis digital.

Pelaksanaan TKA SD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–30 April 2026, dengan ujian susulan pada 11–17 Mei 2026. Hasil asesmen akan diumumkan pada 18–23 Mei 2026.

Dengan cakupan jutaan peserta, TKA menjadi instrumen strategis dalam memetakan capaian pembelajaran secara nasional, sekaligus mendorong terciptanya sistem evaluasi pendidikan yang lebih adaptif dan berorientasi pada penguatan karakter siswa. (*)