Putri Hijab Riau 2025 Ajak Sebarkan Gaya Hidup Muslimah
Universitas Islam Riau mengajak mahasiswa menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum memperbaiki diri secara menyeluruh. Melalui talkshow bertema hijrah, peserta diajak memahami bahwa perubahan tidak hanya terlihat dari penampilan, tetapi juga harus tercermin dalam akhlak, ibadah, dan kehidupan sosial.
RINGKASAN BERITA:
- UIR mengajak mahasiswa memaknai Tahun Baru Islam 1448 H sebagai momentum memperbaiki akhlak, ibadah, dan kehidupan sosial.
- Ustadzah Fani Rahmawati menegaskan hijrah sejati berawal dari perubahan hati yang kemudian tercermin dalam perilaku dan cara berpakaian.
- Putri Hijab Riau 2025 mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan inspirasi positif tentang gaya hidup muslimah yang santun dan beretika.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Universitas Islam Riau (UIR) untuk mengajak mahasiswa melakukan refleksi dan perbaikan diri.
Melalui kegiatan Talkshow Bulan Busana Syar’i bertajuk “Hijrah Style 1448 H: Tahun Baru, Tampilan Baru, Hati Baru”, mahasiswa diajak memaknai hijrah sebagai perubahan yang mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Dakwah Islamiah (DDI) UIR itu berlangsung di Masjid Al-Munawwarah UIR, Kamis (11/6/2026), dengan menghadirkan Da’iyah Nasional Ustadzah Fani Rahmawati, Lc dan Putri Hijab Riau 2025, Khalisah Thariqah, sebagai narasumber.
Dalam sesi diskusi, para pembicara menekankan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender, melainkan kesempatan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadzah Fani Rahmawati menjelaskan bahwa hijrah sejati berawal dari pembenahan hati yang kemudian tercermin dalam perilaku, ibadah, dan cara seseorang menjalani kehidupannya.
Menurutnya, penggunaan busana syar’i merupakan salah satu bentuk ketaatan yang lahir dari kesadaran spiritual seorang muslimah.
“Perubahan penampilan hendaknya diiringi dengan perubahan akhlak dan kualitas ibadah. Hijrah bukan hanya tentang apa yang terlihat dari luar, tetapi juga bagaimana hati menjadi lebih dekat kepada Allah SWT,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa busana syar’i tidak semata-mata berkaitan dengan tren atau simbol keagamaan, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga kehormatan diri sekaligus memperkuat identitas sebagai muslimah.
Sementara itu, Khalisah Thariqah membagikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga penampilan yang sesuai dengan syariat tanpa mengurangi rasa percaya diri.
Menurutnya, generasi muda tetap dapat tampil kreatif dan modern selama berpegang pada nilai-nilai Islam.
Ia juga menyoroti peran media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan inspirasi positif mengenai gaya hidup muslimah yang santun dan beretika.
“Menjadi muslimah yang berbusana syar’i bukan berarti membatasi potensi diri. Justru dengan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kita dapat tampil lebih percaya diri dan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa hijrah tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik atau penampilan luar, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas keimanan, akhlak, dan hubungan sosial.
Tema “Tahun Baru, Tampilan Baru, Hati Baru” yang diangkat dalam talkshow menjadi pengingat bahwa setiap pergantian tahun Hijriah merupakan kesempatan untuk mengevaluasi diri sekaligus memperkuat komitmen menjadi pribadi yang lebih baik.
Direktorat Dakwah Islamiah UIR berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat hijrah tidak berhenti pada simbol, melainkan terwujud dalam tindakan nyata dan karakter yang lebih baik. (*)