Mendikdasmen Dorong Anak Indonesia Berani Bermimpi Besar, dari Pesepak Bola hingga Astronot

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengajak anak-anak Indonesia untuk berani memiliki cita-cita besar dan terus belajar meraihnya. Pesan tersebut disampaikan saat berdialog dengan siswa SDN Cimahpar 5 Bogor yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional hingga astronot.

Mendikdasmen Dorong Anak Indonesia Berani Bermimpi Besar, dari Pesepak Bola hingga Astronot
Mendikdasmen Abdul Mu'ti berbincang bersama sejumlah siswa di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendorong anak-anak Indonesia berani memiliki cita-cita besar dan terus berusaha meraihnya.
  • Seorang siswa mengaku bercita-cita menjadi astronot dan ingin belajar di luar negeri.
  • Kemampuan bahasa Inggris siswa tersebut dipelajari secara mandiri melalui media sosial dan YouTube sejak kecil.

RIAUCERDAS.COM, BOGOR - Cita-cita menjadi pemain sepak bola hingga astronot mewarnai dialog hangat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama sejumlah siswa di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dari perbincangan itu, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meraih impian selama mau belajar dan tidak mudah menyerah.

Dialog berlangsung usai kegiatan Pagi Ceria yang diikuti para siswa dan guru dalam suasana penuh semangat.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti berinteraksi langsung dengan para murid mengenai hobi, cita-cita, hingga pandangan mereka tentang masa depan.

Salah seorang siswa yang ditanya mengenai sepak bola mengaku mengidolakan pemain Persib Bandung, Beckham Putra.

Ia bahkan berharap bisa mengikuti jejak idolanya sebagai pesepak bola profesional.

"Karena ingin masuk Persib Bandung," jawab siswa tersebut saat ditanya alasan mengidolakan Beckham Putra.

Menurut Abdul Mu'ti, jawaban itu menunjukkan bahwa anak-anak memiliki mimpi yang perlu terus didukung dan dipelihara melalui pendidikan yang baik.

Percakapan kemudian berlanjut dengan Destian, siswa asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dan menjadi astronot.

"Karena saya ingin belajar sesuatu yang baru. Dan saya ingin bekerja di Amerika karena saya ingin menjadi astronot," ujar Destian.

Menanggapi hal itu, Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa setiap cita-cita membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi.

"Menjadi pelajar yang baik, rajin belajar, berpikir cerdas, optimis, dan selalu bersyukur adalah bekal penting untuk meraih masa depan," pesannya.

Mendikdasmen juga mengaku terkesan karena Destian mampu berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris saat berdialog dengannya.

Lebih menarik lagi, kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki siswa tersebut diperoleh secara mandiri melalui media sosial dan YouTube sejak usia dini, tanpa mengikuti kursus khusus.

Bagi Abdul Mu'ti, hal tersebut menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang membuka akses pengetahuan lebih luas bagi anak-anak Indonesia.

"Penguasaan bahasa asing menjadi keterampilan penting yang perlu terus dikembangkan," imbuhnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemampuan berbahasa asing tidak berarti mengurangi rasa cinta terhadap bangsa dan identitas nasional.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing justru menjadi modal penting untuk memperluas wawasan, membangun jaringan internasional, serta membuka peluang pendidikan dan pekerjaan yang lebih luas di masa depan.

Abdul Mu'ti menekankan bahwa anak-anak Indonesia, baik yang tinggal di kota besar maupun daerah terpencil, memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai impian mereka.

"Anak-anak Indonesia, dari kota besar hingga pelosok daerah, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian mereka," kata dia. (*)